<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1074855003410575696</id><updated>2011-10-12T00:06:43.898+07:00</updated><category term='Al-Fuhsy'/><category term='Siapa Al-Khawarij'/><category term='Syubhat-Bantahan'/><title type='text'>KHAWARIJ adalah TERORIS !</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abdullah al-Atsary</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1074855003410575696.post-937518349038355176</id><published>2008-05-10T19:45:00.000+07:00</published><updated>2008-05-25T20:06:55.909+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siapa Al-Khawarij'/><title type='text'>Dengan apa mereka dikenali ketika berbaur dengan masyarakat?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setelah melalui penelitian dan upaya peninjauan terhadap kondisi mereka di masa ini dan masa yang lainnya, maka tanda-tanda &lt;i&gt;Al-Khawarij&lt;/i&gt; dapat diketahui sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Adanya majelis-majelis rahasia.&lt;br /&gt;Anda akan dapati mereka selalu menyembunyikan pembicaraan-pembicaraan dan pertemuan-pertemuan mereka serta berupaya untuk menghindar dari pandangan manusia yang tidak sejalan dengan paham mereka. Majelis-majelis rahasia tersebut mereka adakan di tempat-tempat khusus mereka atau kadang-kadang di alam terbuka yang jauh dari keramaian manusia, bahkan kadang-kadang di tempat-tempat peristirahatan untuk menghindari adanya keraguan dan kecurigaan pihak lain terhadap mereka. Bisa juga di gua-gua dan yang semisalnya. Kemudian mereka , menamakan majelis-majelis rahasia tersebut dengan majelis-majelis ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata seorang khalifah dari Dinasti Umawi yang terkenal dengan keadilannya, yaitu &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Amirul Mu’minin&lt;/i&gt; Umar bin 'Abdil 'Aziz&lt;/strong&gt; &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika anda telah melihat sekelompok orang yang secara khusus melakukan pembicaraan rahasia berkaitan dengan urusan umat, maka ketahuilah sesungguhnya mereka sedang meletakkan pondasi kesesatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kalau seandainya mereka duduk berkumpul dalam rangka untuk mencari ilmu dan faidah ilmiah, kenapa pihak yang tidak sepaham (tidak satu kelompok) dengan mereka tidak diizinkan untuk duduk bersama mereka serta tidak diizinkan masuk ke tempat-tempat pertemuan mereka?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah sesungguhnya tempat ilmu itu adalah masjid-masjid.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kaum &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; adalah orang-orang yang semangat dalam ibadah. Mereka itu bukanlah para pelaku kemaksiatan atau para preman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaum &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; adalah orang-orang yang muda umurnya serta dungu cara berpikirnya, dan mereka sama sekali bukan dari kalangan 'ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al-Khawarij&lt;/i&gt; selalu berupaya menyembunyikan berbagai operasi jaringan mereka dari keumuman manusia dan tidak mau menampakkan identitas (jati diri) mereka secara terang-terangan,.... &lt;strong&gt;28)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al-Khawarij&lt;/i&gt; selalu menampakkan diri mereka dengan slogan &lt;i&gt;amar ma'ruf nahi munkar&lt;/i&gt; dalam rangka menarik simpati hati manusia. &lt;strong&gt;29)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al-Khawarij &lt;/i&gt;sering meletakkan nash-nash (dalil-Al-Qur'an dan As-Sunnah) bukan pada tempatnya. 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al-Khawarij&lt;/i&gt; tidaklah pernah menimba ilmu dari para 'ulama (Ahlus Sunnah wal Jama'ah), dan sesungguhnya mereka hanya bersandarkan pada pemahaman mereka yang pendek serta doktrin-doktrin para pemimpin mereka yang jahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al-Khawarij&lt;/i&gt; selalu berupaya untuk berdalil dengan dalil-dalil yang &lt;i&gt;mutasyabih &lt;/i&gt;(belum jelas dan masih samar) baik dari Al-Qur'an maupun Al-Hadits, serta meninggalkan dalil-dalil yang &lt;i&gt;muhkam&lt;/i&gt; (jelas dan pasti), sebagaimana hal itu memang kebiasaan para pengusung kesesatan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;_________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;28)&lt;/strong&gt; Kalau &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; di masa kita ini tidak jarang dari mereka sengaja mengganti-ganti nama dan alamat tempat tinggal sebenamya, atau tidak segan melanggar aturan-aturan syari'at demi menutupi identitas/jati dirinya agar segala bentuk operasi dan tindakan kelompoknya tidak dapat diketahui oleh keumuman kaum muslimin. Bahkan tidak jarang dari para tokoh/pembesar mereka yang berdusta dan mengingkari fakta dengan menggunakan kata-kata yang menipu untuk berlepas diri dari beberapa  tindakan anak buahnya yang terbongkar atau untuk menyelamatkan jama'ah/ kelompoknya dari jeratan hukum yang berlaku di negeri masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;29)&lt;/strong&gt; Lihat catatan kaki no. 26, halaman 66-67 tentang salah satu contoh sekte &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; yang menggembar-gemborkan &lt;i&gt;amar ma'ruf nahi munkar&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;30)&lt;/strong&gt; Contoh-contoh penempatan &lt;i&gt;nash&lt;/i&gt;/dalil bukan pada tempatnya:&lt;br /&gt;- Pendalilan&lt;i&gt; Hizbut Tahrir &lt;/i&gt;dengan surat Ali 'Imran: 104, untuk membenarkan pembentukan partai politik; yaitu firman Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menegakkan amar ma'ruf nahi munkar (menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar); merekalah orang-orang yang beruntung."&lt;/i&gt;&lt;strong&gt; [Ali 'Imran: 104]&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan analogi bahwa ayat tersebut mengandung perintah terhadap sebuah jama'ah (kelompok) terpadu untuk melaksanakan&lt;i&gt; amar ma'ruf nahi munkar&lt;/i&gt;, &lt;strong&gt;di mana jama'ah terpadu tersebut harus berbentuk partai politik&lt;/strong&gt;. Sementara aktivitas terpenting dalam &lt;i&gt;amar ma'ruf nahi munkar&lt;/i&gt; adalah seruan terhadap penguasa agar mereka berbuat &lt;i&gt;ma'ruf&lt;/i&gt; (melaksanakan syari'at Islam) dan melarang mereka berbuat mungkar. Kemudian mereka menegaskan bahwa aktivitas ini adalah aktivitas politik yang terpenting. [lihat &lt;i&gt;&lt;strong&gt;Mengenal Hizbut Tahrir&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt; hal. 1-3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pendalilan kaum neo-&lt;i&gt;khawarij&lt;/i&gt; pada masa ini dengan hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;سيد الشهداء حمزة بن عبد المطلب ورجل قام إلى إمام جا ئر فأ مره ونهاه فقتله&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Pimpinan para syuhada' adalah Hamzah bin 'Abdil Muththalib, serta seorang yang datang menemui seorang penguasa yang kejam kemudian memerintahkannya (kepada yang baik) dan melarangnya (dari yang munkar) sehingga penguasa yang kejam tersebut membunuhnya."&lt;/i&gt; [&lt;strong&gt;HR. Al-Hakim&lt;/strong&gt; (III/ 195) dari shahabat Jarir; dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Ash-Shahihah&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; no. 374)].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;أفضل الجهاد كلمة حق عند سلطان جا ئر&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jihad yang paling utama adalah (menyampaikan) perkataan yang haq di hadapan penguasa yang jahat.&lt;/i&gt;  [&lt;strong&gt;HR. Abu Dawud&lt;/strong&gt; (4344), &lt;strong&gt;At-Tirmidzi&lt;/strong&gt; (2174), &lt;strong&gt;An-Nasa'i&lt;/strong&gt; (4220), &lt;strong&gt;Ibnu Majah&lt;/strong&gt; (4011, 4012), &lt;strong&gt;Ahmad&lt;/strong&gt; (IV/315; V/251, 256), dari hadits Abu Sa'id, Abu Umamah, Thariq bin Syihab, dan Jabir bin 'Abdillah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Ash-Shahihah&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; no. 491].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua dalil hadits tersebut mereka letakkan untuk membenarkan tindakan provokasi dan kritikan-kritikan tajam yang mereka lakukan secara terbuka dan demonstratif di hadapan umat terhadap penguasa, melalui berbagai tindakan demonstrasi, orasi, atau tabligh-tabligh akbar, dan buletin serta media cetak lainnya yang dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan rakyat terhadap pemerintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi contoh-contoh lainnya, yang para pembaca bisa mendapatinya beserta bantahannya pada buku-buku Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Penyebutan lebih lengkap lagi beserta bantahannya &lt;i&gt;Insya Allah&lt;/i&gt; akan kami bawakan dalam buku kami berikutnya tentang kesetatan kelompok &lt;i&gt;Hizbut Tahrir&lt;/i&gt; beserta bantahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca bisa melihat pula pemaparan oleh penulis pada hlm 180-182 tentang dialog Ibnu 'Abbas dengan kaum &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; ketika mereka salah dan tersesat dalam memahami firman Allah إ&lt;span style="font-size:180%;"&gt;ن الحكم إلالله&lt;/span&gt;   (Al-An'am: 57, Yusuf: 40, 67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dari: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Syarru Qatla Tahta Adimis-Sama'i Kilabun-Nar&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;; Penulis: &lt;strong&gt;Jamal bin Furaihan Al-Haritsi&lt;/strong&gt;; Rekomendasi: &lt;strong&gt;Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin 'Abdillah Al-Fauzan &lt;i&gt;Hafizhahullah&lt;/i&gt; (Anggota Majelis&lt;i&gt; Hai'ah Kibaril 'Ulama'&lt;/i&gt;)&lt;/strong&gt;; Edisi Indonesia: &lt;strong&gt;Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit&lt;/strong&gt;; Hal: 68-72; Diterjemahkan dan Dijelaskan oleh: &lt;strong&gt;Luqman bin Muhammad Ba'abduh&lt;/strong&gt;; Cetakan: Pertama, Sya'ban 1428 H/ Agustus 2007M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1074855003410575696-937518349038355176?l=teroris-khawarij.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/feeds/937518349038355176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1074855003410575696&amp;postID=937518349038355176' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/937518349038355176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/937518349038355176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/2008/05/dengan-apa-mereka-dikenali-ketika.html' title='Dengan apa mereka dikenali ketika berbaur dengan masyarakat?'/><author><name>Abdullah al-Atsary</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1074855003410575696.post-4204208803074744594</id><published>2008-05-10T19:31:00.000+07:00</published><updated>2008-05-25T18:43:10.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siapa Al-Khawarij'/><title type='text'>Dari Pintu Mana Mereka Muncul Di Tengah-tengah Muslimin?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketahuilah bahwa kaum &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; muncul di tengah-tengah muslimin melalui pintu (slogan)&lt;i&gt; amar ma'ruf nahi munkar&lt;/i&gt;. &lt;strong&gt;26)&lt;/strong&gt; Mereka menyangka bahwa diri-diri mereka adalah orang-orang yang memiliki kecemburuan terhadap agama ini, dan bahwa mereka adalah pelindung-pelindung agama, serta bermisi untuk melindungi dan membelanya. Akan datang &lt;i&gt;Insya Allah&lt;/i&gt; penyebutan beberapa poin penting tentang realita mereka yang dapat memperjelas kondisi mereka yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka telah menampakkan dirinya melakukan &lt;i&gt;amar ma'ruf nahi munkar&lt;/i&gt; dan kaum muslimin melihat hal itu, lalu apa kiranya reaksi/tanggapan mayoritas umat? Secara zhahir tentunya umat akan membenarkan mereka dan mendukung aktivitas mereka, bahkan akan membelanya. Karena yang tampak dari aktivitas kaum &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; ini seolah-olah merupakan upaya pembelaan terhadap agama, sementara fitrah (manusia) yang lurus tentunya akan ikut mengajak kepada perbuatan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika perkaranya demikian, maka tentunya setiap pribadi muslim yang memiliki rasa cemburu (terhadap agamanya) akan memposisikan dirinya bersama setiap pihak yang mendasari aktivitasnya dengan slogan &lt;i&gt;amar ma'ruf nahi munkar&lt;/i&gt; dalam rangka membela agama yang lurus ini. &lt;strong&gt;27)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;26)&lt;/strong&gt; Salah satu contoh sekte &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; di masa ini, adalah kelompok yang menamakan dirinya dengan &lt;strong&gt;Hizbut Tahrir&lt;/strong&gt;. Yang selalu menampilkan slogan&lt;i&gt; amar ma'ruf nahi munkar&lt;/i&gt;. Bahkan mereka mengklaim bahwa latar belakang berdirinya kelompok ini adalah firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyerukan kepada kebaikan, menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung."&lt;/i&gt; &lt;strong&gt;[Ali 'Imran: 104]&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kemudian di balik slogan ini, mereka berupaya untuk menentang penguasa dan memprovokasi rakyat untuk berlawanan dengan penguasanya. Hal ini sebagaimana mereka tegaskan dalam buku mereka yang berjudul: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Mengenal Hizbut Tahrir&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;, hal. 16-17;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perjuangan politik ini juga tampak jelas dalam menentang para penguasa, mengungkapkan pengkhianatan dan persekongkolan mereka terhadap umat, melancarkan kritik, kontrol, dan koreksi terhadap mereka serta berusaha menggantinya apabila hak-hak umat dilanggar atau tidak menjalankan kewajibannya terhadap umat, yaitu bila melalaikan salah satu urusan umat, atau mereka menyalahi hukum-hukum Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula perkataan tokoh besar Hizbut Tahrir sekaligus pendirinya yang bernama Taqiyyuddin An-Nabhani dalam bukunya yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Terjun ke Masyarakat&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; hal. 7; mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"..., melainkan dengan menyerang seluruh bentuk interaksi yang berlangsung antara penguasa dengan rakyatnya harus digoyang dengan kekuatan penuh, dengan cara diserang sekuat-kuatnya dengan penuh keberanian, ... ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada buku &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Mengenal Hizbut Tahrir&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;, hal. 26-27, mereka juga menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam menyampaikan pemikirannya dan menghadapi ide-ide yang salah atau yang menyeleweng dari Islam, menentang kelompok-kelompok politik lain (yang tidak berideologikan Islam), atau dalam menghadapi negara-negara kafir imperialis dan menentang para penguasa, sikap Hizb dalam hal ini adalah menyampaikan pendapatnya secara terang-terangan, menyerang dan menentang. Tidak dengan cara &lt;i&gt;nifaq&lt;/i&gt; (berpura-pura), menjilat, bermanis muka dengan mereka, simpang siur ataupun berbelok-belok dan tidak pula dengan cara mengutamakan jalan yang lebih selamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya paham sesat mereka ini adalah paham warisan kaum &lt;i&gt;khawarij&lt;/i&gt; yang sangat bertentangan dengan aqidah dan manhaj Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; serta para shahabatnya &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhum&lt;/i&gt;. Sekte &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Hizbut Tahrir&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; ini, lebih mirip dengan salah satu sekte &lt;i&gt;khawarij&lt;/i&gt; yang tergolong sekte yang paling jahat dan berbahaya, yaitu &lt;i&gt;Al-Qa'adiyyah&lt;/i&gt;, sebagaimana telah lalu penjelasannya pada halaman 58-62. Dengan alasan-alasan yang cukup diplomatis, mereka menolak upaya penentangan dengan mengangkat senjata kepada penguasa. Sehingga dengan itu, tak jarang dari umat Islam ini bahkan dari kalangan para &lt;i&gt;da'i&lt;/i&gt; dari aktivis- yang terperosok dalam kesesatan mereka tersebut. Untuk keterangan dan bantahan selengkapnya, para pembaca bisa mendapatinya pada buku yang &lt;i&gt;Insya Allah &lt;/i&gt;akan kami terbitkan dalam waktu yang tidak lama lagi, yang &lt;i&gt;Insya Allah&lt;/i&gt; akan kami paparkan beberapa syubhat dan kesesatan mereka beserta bantahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;27)&lt;/strong&gt; Inilah kondisi yang banyak terjadi di tengah-tengah kaum muslimin. Betapa banyak saudara-saudara kita yang memiliki semangat dan kepedulian untuk membela Islam, terjebak baik secara langsung ataupun tidak dalam berbagai kelompok pergerakan karena terpesona dengan berbagai slogan yang disebarkan. Tanpa mereka bisa memilah berbagai seruan dan slogan itu, mana yang sesuai dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah berdasarkan bimbingan generasi &lt;i&gt;as-salafush shalih&lt;/i&gt;; dan mana yang bukan. Semoga Allah&lt;i&gt; subhanahu wa ta’ala&lt;/i&gt; memberikan hidayah kepada kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dari: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Syarru Qatla Tahta Adimis-Sama'i Kilabun-Nar&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;; Penulis: &lt;strong&gt;Jamal bin Furaihan Al-Haritsi&lt;/strong&gt;; Rekomendasi: &lt;strong&gt;Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin 'Abdillah Al-Fauzan &lt;i&gt;Hafizhahullah&lt;/i&gt; (Anggota Majelis&lt;i&gt; Hai'ah Kibaril 'Ulama'&lt;/i&gt;)&lt;/strong&gt;; Edisi Indonesia: &lt;strong&gt;Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit&lt;/strong&gt;; Hal: 66-68; Diterjemahkan dan Dijelaskan oleh: &lt;strong&gt;Luqman bin Muhammad Ba'abduh&lt;/strong&gt;; Cetakan: Pertama, Sya'ban 1428 H/ Agustus 2007M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1074855003410575696-4204208803074744594?l=teroris-khawarij.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/feeds/4204208803074744594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1074855003410575696&amp;postID=4204208803074744594' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/4204208803074744594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/4204208803074744594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/2008/05/dari-pintu-mana-mereka-muncul-di-tengah.html' title='Dari Pintu Mana Mereka Muncul Di Tengah-tengah Muslimin?'/><author><name>Abdullah al-Atsary</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1074855003410575696.post-839956193155019224</id><published>2008-05-10T19:16:00.000+07:00</published><updated>2008-05-25T20:11:20.917+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siapa Al-Khawarij'/><title type='text'>Ciri-ciri Al-Khawarij</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kaum &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; adalah orang-orang yang suka dan rajin beribadah. Tampak pada mereka kebaikan dan ketaqwaan. Di antara ciri-ciri mereka adalah: berkepala gundul, berumur muda, dan juga sering menyebut-nyebut hadits Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; menyebutkan ketinggian tingkat ibadah mereka, beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Salah satu di antara kalian pasti akan menganggap rendah shalatnya dibandingkan shalat mereka, serta shaumnya dibandingkan shaum mereka. Mereka tekun membaca Al-Qur’an, namun bacaan tersebut tidak mampu melalui kerongkongan mereka."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; no. 3414.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; pernah ditanya: "Apa ciri-ciri mereka?" Rasulullah menjawab: "&lt;i&gt;At-Tahliq&lt;/i&gt; atau&lt;i&gt; At-Tasbid&lt;/i&gt;." Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari no. 7123.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;At-Tasbid&lt;/i&gt; pengertiannya adalah: Tidak meminyaki rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;At-Tahliq&lt;/i&gt; pengertiannya adalah: Menggundul rambut kepalanya. &lt;strong&gt;24)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Al-Imam Abu 'Ubaid, bahwa kedua perkara tersebut (yakni &lt;i&gt;At-Tasbid&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;At-Tahliq&lt;/i&gt;) bisa saja terjadi secara bersama-sama. Dinukilkan dari kitab&lt;strong&gt;&lt;i&gt; Lisanul 'Arab&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; III/202.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Fasawi dalam kitab sejarah karya beliau (I/ 522), salah satu pernyataan Ibnu 'Abbas ketika beliau datang menemui kelompok &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; untuk berdialog dengan mereka, bahwa beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Aku datang menemui suatu kaum yang aku belum pernah melihat satu kaum pun yang setinggi mereka tingkat kesungguhannya. Dahi-dahi mereka hitam (seperti bekas luka) akibat banyak bersujud, tangan-tangan mereka kasar bagaikan lutut onta. Mereka memakai pakaian yang tercuci bersih dan terkenal. Wajah mereka tampak lesu disebabkan (sering) begadang di malam hari (untuk beribadah).&lt;/i&gt; &lt;strong&gt;--selesai&lt;/strong&gt; Ibnu ' Abbas -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan datang penjelasan tentang kisah dialog antara Ibnu 'Abbas dengan &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; selengkapnya pada halaman 174-184.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; pun menceritakan tentang ciri-ciri umur mereka, sebagaimana dalam sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Akan muncul di akhir zaman suatu kaum yang masih muda belia umurnya, dungu cara berpikirnya. Mereka berucap dengan sebaik-baik ucapan manusia &lt;strong&gt;25)&lt;/strong&gt;. Mereka  melesat (keluar) dari (batas-batas) Islam seperti melesatnya anak panah menembus (tubuh hewan) buruannya. Tidaklah iman mereka mampu melewati kerongkongannya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh &lt;strong&gt;Al-Imam Al-Bukhari&lt;/strong&gt; (hadits no. 3415, 4770).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;24)&lt;/strong&gt; Disebutkan dalam &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Fathul Bari&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; bahwa &lt;i&gt;At-Tasbid&lt;/i&gt; semakna dengan &lt;i&gt;At-Tahliq&lt;/i&gt;. Namun ada sebuah pertanyaan yang perlu dikemukakan di sini, yaitu apakah dengan ciri-ciri di atas berarti setiap orang yang menggundul rambut kepalanya dapat dipastikan bahwa dia termasuk kelompok &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt;? Jawabannya adalah: &lt;strong&gt;tidak!&lt;/strong&gt; Karena maksud dari ciri-ciri tersebut adalah: Kaum &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; menjadikan gundulnya rambut kepala sebagai ciri khas mereka pada waktu itu. Sementara para salaf tidaklah mereka menggundul rambut kepalanya kecuali untuk &lt;i&gt;tahallul&lt;/i&gt; saat melakukan manasik haji/'umrah atau suatu kepentingan tertentu lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang mengatakan, bahwa kita tidak mendapati ciri-ciri tersebut, termasuk pada pihak-pihak yang dikatakan sebagai &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; pada masa ini. Menjawab hal ini, kami kemukakan di sini salah satu penjelasan &lt;strong&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar&lt;/strong&gt; ketika menerangkan tentang makna-makna &lt;i&gt;At-Tasbid&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;At-Tahliq&lt;/i&gt;, beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisa saja yang dimaksud dengannya (&lt;i&gt;At-Tasbid&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;At-Tahliq&lt;/i&gt;) adalah penggambaran sikap ekstrim mereka (kaum &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt;) dalam melakukan pembunuhan, serta untuk lebih menekankan tentang penyimpangan mereka dalam urusan agama." [lihat&lt;strong&gt;&lt;i&gt; Fathul Bari&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; dalam &lt;i&gt;syarh&lt;/i&gt; (penjelasan) hadits di atas].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;25)&lt;/strong&gt; Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar: Bahwa yang dimaksud dengan &lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;خير قو ل البرية&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  adalah Al-Qur'an. Atau juga bisa bermakna bahwa mereka berucap dengan kata-kata yang baik secara zhahir, namun hakekat sebenarnya tidak demikian. Seperti statemen mereka:&lt;span style="font-size:180%;"&gt; لاحكم إلالله&lt;/span&gt;   (&lt;strong&gt;Tidak ada penentuan hukum kecuali milik Allah&lt;/strong&gt;.) [lihat &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Fathul Bari&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; penjelasan hadits no. 6930].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di masa kita ini, banyak sekali pihak-pihak atau kelompok-kelompok yang menyeru dengan seruan-seruan yang nampak baik secara zhahir, dipimpin oleh orang-orang muda secara umur atau orang-orang yang dungu dalam berpikir, seperti seruan penerapan syari'at Islam, menegakkan Khilafah Islamiyyah, membela nasib rakyat, &lt;i&gt;amar ma'ruf nahi munkar&lt;/i&gt;, dan berbagai seruan lainnya yang secara zhahir terkesan baik, namun temyata berbagai seruan tersebut jauh dari bimbingan ilmu Al-Qur'an dan As-Sunnah yang sebenarnya, serta jauh dari bimbingan para 'ulama generasi salaf dan para 'ulama pengikut jejak mereka, baik dalam tinjauan makna yang mereka inginkan atau pun praktek nyata pergerakan mereka di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami yakin tak seorang pun yang mengaku muslim dan cinta Islam yang tidak menginginkan tegaknya Islam atau berdirinya Khilafah Islamiyyah. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, Syari'at atau Khilafah Islamiyyah model apa yang diinginkan? Dengan cara apa Khilafah Islamiyyah ditegakkan dan Syari'at Islam diwujudkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dari: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Syarru Qatla Tahta Adimis-Sama'i Kilabun-Nar&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;; Penulis: &lt;strong&gt;Jamal bin Furaihan Al-Haritsi&lt;/strong&gt;; Rekomendasi: &lt;strong&gt;Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin 'Abdillah Al-Fauzan &lt;i&gt;Hafizhahullah&lt;/i&gt; (Anggota Majelis&lt;i&gt; Hai'ah Kibaril 'Ulama'&lt;/i&gt;)&lt;/strong&gt;; Edisi Indonesia: &lt;strong&gt;Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit&lt;/strong&gt;; Hal: 62-66; Diterjemahkan dan Dijelaskan oleh: &lt;strong&gt;Luqman bin Muhammad Ba'abduh&lt;/strong&gt;; Cetakan: Pertama, Sya'ban 1428 H/ Agustus 2007M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1074855003410575696-839956193155019224?l=teroris-khawarij.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/feeds/839956193155019224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1074855003410575696&amp;postID=839956193155019224' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/839956193155019224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/839956193155019224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/2008/05/ciri-ciri-al-khawarij.html' title='Ciri-ciri Al-Khawarij'/><author><name>Abdullah al-Atsary</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1074855003410575696.post-7722153288878550640</id><published>2008-05-10T18:53:00.000+07:00</published><updated>2008-05-25T18:17:48.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siapa Al-Khawarij'/><title type='text'>Sekte Al-Qa'adiyyah adalah Sekte Terjahat dari Sekte-Sekte Al-Khawarij</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di antara sekte-sekte&lt;i&gt; al-khawarij&lt;/i&gt; ini ada sebuah kelompok yang dikenal dengan nama &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Al-Qa'adiyyah.&lt;/i&gt; Mereka adalah orang-orang yang keluar dari garis ketaatan (memberontak) kepada penguasa (muslim) dengan menggunakan lisan seraya menyembunyikan upaya pemberontakan bersenjata, namun mereka memprovokasi umat (untuk menentang) terhadap penguasanya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Al-lmam Al-Hafizh Ibnu Hajar&lt;/strong&gt;&lt;i&gt; rahimahullah&lt;/i&gt; berkata: "Kelompok &lt;i&gt;Al-Qa'd&lt;/i&gt; adalah salah satu sekte kelompok &lt;i&gt;Al-Khawarij&lt;/i&gt; yang mereka dahulu tidak pernah terlihat melakukan pemberontakan dengan senjata. Namun mereka selalu berupaya menentang para penguasa yang zhalim atau penguasa yang kejam semaksimal kemampuan mereka, dan mengajak (umat) kepada paham mereka. Bersama dengan itu mereka selalu mempropagandakan penentangan." (lihat kitab beliau berjudul &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Tahdzibut Tahdzib&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; VIII/114) &lt;strong&gt;19).&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beliau &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;juga berkata: "&lt;i&gt;Al-Qa'adiyyah&lt;/i&gt; adalah orang-orang yang selalu mempropagandakan pemberontakan terhadap penguasa, namun mereka tidak melakukannya secara langsung." (lihat karya beliau yang berjudul &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Hadyus Sari Muqaddimah Fathil Bari&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; hal. 459).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekte&lt;i&gt; Al-Qa'adiyyah&lt;/i&gt; ini adalah kelompok yang selalu memprovokasi umat serta menanamkan di hati umat kebencian terhadap penguasa, serta mengeluarkan fatwa-fatwa yang berisi penghalalan sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah dengan mengatasnamakan hal tersebut sebagai upaya pengubahan kemungkaran. Sekte ini adalah sekte kelompok &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; yang paling jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diriwayatkan oleh Al-lmam Abu Dawud &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; dalam kitab beliau yang berjudul &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Masa’il Al-Imam Ahmad&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; (hal. 271) dari seorang 'ulama besar yang bernama 'Abdullah bin Muhammad Adh-Dha'if &lt;strong&gt;20)&lt;/strong&gt; &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; bahwa dia berkata: "Kelompok &lt;i&gt;Qa'adul Khawarij&lt;/i&gt; adalah&lt;strong&gt; kelompok Khawarij yang paling jahat. 21)&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Al-'Allamah&lt;/i&gt; Asy-Syaikh Muhammad Al-'Utsaimin&lt;/strong&gt; berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan anehnya kritikan tersebut telah ditujukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dikatakan kepada beliau: &lt;i&gt;'berbuat adillah, sesungguhnya pembagian ini bukanlah pembagian yang diinginkan dengannya wajah Allah!'&lt;/i&gt; &lt;strong&gt;Ini semua sebagai dalil terbesar bahwa Al-Khuruj (pemberontakan) terhadap seorang penguasa bisa jadi dengan mengangkat senjata, dan bisa pula dengan statemen-statemen dan ucapan-ucapan.&lt;/strong&gt; Maksudnya adalah: dalam hadits di atas, tidaklah orang itu mengangkat senjata terhadap Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, namun hanya sebatas melakukan pengingkaran kepada beliau (dengan lisan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tahu, dengan seyakin-yakinnya bahwa sudah merupakan suatu keharusan pemberontakan dengan mengangkat senjata tidak mungkin terjadi kecuali telah didahului oleh adanya upaya pemberontakan melalui lisan dan ucapan. Karena kaum muslimin tidak mungkin akan mengangkat senjatanya untuk memerangi penguasa tanpa adanya suatu perkara yang memprovokasi mereka. Maka sudah dipastikan bahwa adanya suatu perkara yang membakar emosi mereka yaitu dalam bentuk statemen-statemen. Sehingga tindakan pemberontakan terhadap penguasa melalui ucapan-ucapan adalah tindakan pemberontakan yang hakiki, sebagaimana telah ditunjukkan oleh dalil-dalil dari sunnah Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan sebagaimana pula telah dibuktikan oleh realita.&lt;strong&gt; -sekian&lt;/strong&gt; dari Asy-Syaikh Al- 'Utsaimin, dinukilkan dari kitab &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Fatawa Al-'Ulama Al-Akabir&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;22)&lt;/strong&gt; hal. 96-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perlu ditambahkan bahwa kaum &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; tersebut, tidaklah mereka melakukan pemberontakan dengan senjata (erhadap penguasa kecuali setelah melalui tahapan pengkaf iran terlebih dahulu terhadap penguasa tersebut dan orang-orang pemerintahannya, serta semua pihak yang bekerja sama dengan mereka. Hal itu disebabkan &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; tersebut melakukan tindakan pengkafiran dengan sebab dosa besar sebelum mereka melakukan upaya pemberontakan dan pembunuhan. 23)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;19)&lt;/strong&gt; Pada biografi 'Imran bin Haththan Al-Bashri Al-Khariji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;20)&lt;/strong&gt; Al-Hafizh 'Abdul Ghani bin Sa'id &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata: "Dua orang perawi yang terhormat namun menyandang gelar yang jelek, pertama &lt;strong&gt;Mu'awiyah bin 'Abdil Karim&lt;/strong&gt; bergelar &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Adh-Dhal&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; (yang sesat), karena ia pernah tersesat di jalan menuju Makkah. Kedua, &lt;strong&gt;'Abdullah bin Muhammad&lt;/strong&gt; bergelar&lt;strong&gt;&lt;i&gt; Adh-Dha'if&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; (yang lemah), karena memang tubuhnya yang lemah, bukan disebabkan riwayat haditsnya yang lemah!" sebagaimana disebutkan oleh Al-lmam Al-Mizzi dalam Kitab &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Tahdzibul Kamal&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; (XVI/99) karya beliau. Al-lmam An Nasa'i &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata: "Beliau adalah seorang syaikh yang shalih lagi&lt;i&gt; tsiqah&lt;/i&gt;, dha'if itu adalah gelarnya karena ia terlampau banyak beribadah hingga tubuhnya lemah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;21)&lt;/strong&gt; Kelompok yang mirip dengan sekte &lt;i&gt;Al-Qa'adiyyah&lt;/i&gt; pada masa kita ini adalah kelompok sempalan &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Hizbut Tahrir&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;. Kelompok ini dengan tegas menentang upaya perlawanan bersenjata terhadap penguasa, namun di balik itu mereka selalu berupaya memprovokasi rakyat serta menanamkan kebencian dan permusuhan terhadap pemerintahnya dengan berkedok slogan "&lt;i&gt;amar ma'ruf nahi munkar&lt;/i&gt;". Untuk lengkapnya&lt;i&gt; Insya Allah&lt;/i&gt; akan kami tampilkan dalam buku khusus tentang kesesatan &lt;i&gt;Hizbut Tahrir&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;22)&lt;/strong&gt; Kitab &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Fatawa Al-'Ulama Al-Akabir&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;, adalah sebuah kitab yang ditulis oleh Asy-Syaikh 'Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani Al-Jazairi, yang judul selengkapnya adalah: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Fatawal 'Ulama'il Akabir fima Uhdira min dima’in fil Jaza'ir&lt;/i&gt; [Fatwa-fatwa 'ulama besar tentang darah-darah yang ditumpahkan di negeri Aljazair].&lt;/strong&gt; Kitab ini menjelaskan dan membantah syubhat-syubhat kaum &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; di negeri Aljazair yang mengatasnamakan tindakan mereka dengan nama Ahlus Sunnah dan telah banyak berdusta dan memanipulasi fatwa-fatwa para ulama, sehingga Asy-Syaikh 'Abdul Malik, beliau adalah seorang 'ulama yang berkebangsaan Aljazair dan banyak mengerti tentang realita sebenarnya yang terjadi di negerinya, membeberkan kedustaan-kedustaan tersebut dengan disertai bantahan-bantahan yang sangat ilmiah. Semoga buku yang bermanfaat ini bisa segera diterjemahkan agar kaum muslimin di Indonesia lebih bisa mengambil pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;23)&lt;/strong&gt; Di antara contoh statemen para gembong &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; pada masa ini adalah:&lt;br /&gt;• &lt;strong&gt;Usamah bin Laden&lt;/strong&gt; menyatakan kepada&lt;strong&gt;&lt;i&gt; Al-Jazeera&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; tanggal 5-12-1423 H: "Perbedaan pendapat antara kami dengan pemerintah (Pemerintah muslimin) bukanlah perbedaan dalam masalah&lt;i&gt; furu'&lt;/i&gt; yang bisa ditolerir begitu saja. Tapi yang kita permasalahkan adalah tentang masalah paling prinsip dalam Islam, yaitu dalam hal syahadat: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Lailaha illallah Muhammadur Rasulullah.&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; Para pemerintah itu telah melanggar &lt;i&gt;syahadatain&lt;/i&gt; tersebut dalam masalah yang paling prinsip. Yaitu sikap loyal mereka terhadap orang-orang kafir, menjadikan undang-undang buatan manusia sebagai syari'at serta persetujuan mereka untuk berhukum kepada undang-undang atheis. &lt;strong&gt;Maka kepemimpinan mereka itu telah gugur secara syar'i sudah sejak lama, dan tidak ada lagi pemerintahan Islam setelahnya."&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;• Pernyataan &lt;strong&gt;Hizbut Tahrir&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Kondisi kaum muslimin saat ini, yang hidup di &lt;i&gt;Darul Kufur&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;, karena mereka menerapkan sistem hukum selain dari apa yang diturunkan Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/i&gt;; maka keadaan negeri mereka serupa dengan negeri Mekah pada masa diutusnya Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;…." [lihat buku &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Mengenal Hizbut Tahrir Partai Politik Islam Ideologis&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;, hal. 21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada juga di antara kaum muslimin yang (melakukan perubahan dengan) menggunakan metode kekuatan fisik, mengangkat senjata, tanpa membedakan antara &lt;i&gt;Darul Islam&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Darul Kufur &lt;/i&gt;dan tanpa memilah antara metode penyampaian dakwah dan menentang kemunkaran di masing-masing tempat tersebut (yaitu di &lt;i&gt;Darul Islam&lt;/i&gt; ataukah di &lt;i&gt;Darul Kufur&lt;/i&gt;). &lt;strong&gt;Padahal tempat yang kita diami saat ini adalah &lt;i&gt;Darul Kufur&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;, karena di dalamnya diterapkan hukum-hukum kufur." [lihat buku &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Mengenal Hizbut Tahrir Partai Politik Islam Ideologis&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;, hal. 10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Vonis kafir terhadap pemerintah Indonesia oleh Imam Samudra dalam bukunya: "&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Aku Melawan Teroris&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;", dia berkata tentang pemerintah Indonesia: "Aku di jalan Islam, di jalan Allah, sedangkan mereka di atas jalan jahiliyah, di jalan Neo-Ilyasiq, atau clone (kembaran) &lt;i&gt;Ilyasiq&lt;/i&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia mengatakan pula:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku di jalan Islam, di jalan Allah, sedangkan mereka di atas jalan jahiliyah, di jalan Neo-llyasiq, atau clone (kembaran)&lt;i&gt; Ilyasiq&lt;/i&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dia menyatakan pemerintah telah berbuat kesyirikan dan memvonisnya sebagai musyrik. Dia hukumi demikian secara mutlak tanpa ada perincian, perhatikan ucapan dia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi manusia, makhluk Allah yang zhalim, bodoh lagi lemah, malah membuat &lt;i&gt;way of life&lt;/i&gt; sendiri, &lt;strong&gt;menandingi hukum Allah yang sempurna. Manusia telah menyekutukan hukum Allah dengan hukum buatannya sendiri. &lt;i&gt;Sesungguhnya manusia itu amat dzhalim dan amat bodoh.&lt;/i&gt; (Al-Ahzab: 72). TETAPI MEREKA ANGKUH LAGI MUSYRIK, "&lt;i&gt;Manusia dijadikan bersifat lemah&lt;/i&gt;." (An-Nisa: 28).... Di Indonesia, dan dimana-mana, banyak kita temukan tipe manusia seperti itu. Bahkan jumlah mereka mayoritas. Mereka telah menyekutukan hukum Allah dengan hukum &lt;i&gt;made-in&lt;/i&gt; gado-gado. "&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian contoh pernyataan-pernyataan neo-&lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; masa ini dalam mengkafirkan pemerintah-pemerintah muslimin. Apa yang tersebut di sini masih sebagian kecil saja, sekadar contoh. Sebenarnya pernyataan dan sikap pengkafiran para &lt;i&gt;Khawarij &lt;/i&gt;itu masih sangat banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dari: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Syarru Qatla Tahta Adimis-Sama'i Kilabun-Nar&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;; Penulis: &lt;strong&gt;Jamal bin Furaihan Al-Haritsi&lt;/strong&gt;; Rekomendasi: &lt;strong&gt;Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin 'Abdillah Al-Fauzan &lt;i&gt;Hafizhahullah&lt;/i&gt; (Anggota Majelis&lt;i&gt; Hai'ah Kibaril 'Ulama'&lt;/i&gt;)&lt;/strong&gt;; Edisi Indonesia: &lt;strong&gt;Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit&lt;/strong&gt;; Hal: 58-62; Diterjemahkan dan Dijelaskan oleh: &lt;strong&gt;Luqman bin Muhammad Ba'abduh&lt;/strong&gt;; Cetakan: Pertama, Sya'ban 1428 H/ Agustus 2007M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1074855003410575696-7722153288878550640?l=teroris-khawarij.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/feeds/7722153288878550640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1074855003410575696&amp;postID=7722153288878550640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/7722153288878550640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/7722153288878550640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/2008/05/sekte-al-qaadiyyah-adalah-sekte.html' title='Sekte Al-Qa&apos;adiyyah adalah Sekte Terjahat dari Sekte-Sekte Al-Khawarij'/><author><name>Abdullah al-Atsary</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1074855003410575696.post-6402498510865503850</id><published>2008-05-10T18:42:00.000+07:00</published><updated>2008-05-25T18:16:31.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siapa Al-Khawarij'/><title type='text'>Siapakah Kaum Khawarij?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Untuk menjawab pertanyaan: Siapa &lt;i&gt;Al-Khawarij&lt;/i&gt; itu? Maka ketahuilah bahwa mereka adalah orang-orang yang mengkafirkan kaum muslimin dengan sebab dosa-dosa besar yang tingkatannya masih di bawah kesyirikan dan kekufuran. Mereka adalah orang-orang yang keluar dari sikap taat kepada penguasa, serta menentang penguasa dengan mengangkat senjata. Mereka juga menyerukan kepada kaum muslimin untuk memerangi penguasa. &lt;strong&gt;Jenis yang ini dinamakan dengan penentangan dengan kekuatan fisik. 18)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;__________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;18) Al-Khawarij&lt;/strong&gt; adalah bentuk plural (jamak) dari kata &lt;i&gt;Al-Kharijah&lt;/i&gt;, yang maknanya secara global adalah:  Para pemberontak yang keluar dari sikap taat kepada penguasa muslim. Disebutkan oleh pen&lt;i&gt;tahqiq&lt;/i&gt; (peneliti) kitab &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Al-Milal wan Nihal&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; (I/131), bahwa &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Al-Khawarij&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; adalah pihak-pihak yang mencampakkan ketaatan terhadap penguasa pemerintahan muslimin dengan dalih kesesatan penguasa dan tidak adanya kemauan membela kebenaran. Kaum &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; ini memiliki berbagai bentuk madzhab dan paham sesat yang mereka ada-adakan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Al-lmam Asy-Syahrastani&lt;/strong&gt; &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; (w. 548 H) sendiri dalam kitabnya &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Al-Milal wan Nihal&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; di atas (I/132) menegaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Setiap orang yang memberontak kepada imam (penguasa) yang sah dan telah disepakati kaum muslimin maka dia disebut sebagai &lt;strong&gt;khawarij.&lt;/strong&gt; Sama saja, apakah dia memberontak pada masa shahabat kepada Al-A'immah (Al-Khulafa') Ar-Rasyidm, atau setelah mereka pada masa tabi'in maupun (pemberontakan) terhadap para imam (penguasa) di setiap zaman."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan pula penegasan &lt;strong&gt;Al-lmam Al-Barbahari &lt;/strong&gt;&lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; (w. 329 H) dalam &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Syarhus Sunnah&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; (no. 34):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa yang memberontak kepada salah satu penguasa dari para penguasa kaum muslimin maka dia adalah &lt;strong&gt;khawarij,&lt;/strong&gt; dan berarti dia telah memecah belah kesatuan kaum muslimin serta menentang sunnah. Matinya pun dalam keadaan mati jahiliyyah."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dari penjelasan para 'ulama di atas kita tahu bahwa ciri khas &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; adalah &lt;strong&gt;melakukan pemberontakan atau penentangan terhadap penguasa muslim yang sah di setiap zaman.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dari: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Syarru Qatla Tahta Adimis-Sama'i Kilabun-Nar&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;; Penulis: &lt;strong&gt;Jamal bin Furaihan Al-Haritsi&lt;/strong&gt;; Rekomendasi: &lt;strong&gt;Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin 'Abdillah Al-Fauzan &lt;i&gt;Hafizhahullah&lt;/i&gt; (Anggota Majelis&lt;i&gt; Hai'ah Kibaril 'Ulama'&lt;/i&gt;)&lt;/strong&gt;; Edisi Indonesia: &lt;strong&gt;Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit&lt;/strong&gt;; Hal: 57-58; Diterjemahkan dan Dijelaskan oleh: &lt;strong&gt;Luqman bin Muhammad Ba'abduh&lt;/strong&gt;; Cetakan: Pertama, Sya'ban 1428 H/ Agustus 2007M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1074855003410575696-6402498510865503850?l=teroris-khawarij.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/feeds/6402498510865503850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1074855003410575696&amp;postID=6402498510865503850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/6402498510865503850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/6402498510865503850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/2008/05/siapakah-kaum-khawarij.html' title='Siapakah Kaum Khawarij?'/><author><name>Abdullah al-Atsary</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1074855003410575696.post-6182877642192439100</id><published>2008-05-10T18:19:00.000+07:00</published><updated>2008-05-25T17:43:09.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siapa Al-Khawarij'/><title type='text'>Bibit dan Generasi Awal Kaum Khawarij</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Perlu diketahui bahwa paham-paham menyimpang di atas bukanlah suatu bentuk paham yang baru keberadaannya. Sesungguhnya paham tersebut adalah paham dan metodologi &lt;i&gt;Al-Khawarij&lt;/i&gt;, yang percikan api fitnah pertamanya dinyalakan oleh seorang yang dijuluki dengan Dzulkhuwaishirah, yang nama sebenarnya adalah Hurqush bin Zuhair At-Tamimi, sebagaimana telah diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam hadits no. 5811 dan 3414, &lt;strong&gt;16)&lt;/strong&gt; dan yang lainnya, dari shahabat Abu Sa'id Al-Khudri berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ketika kami berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat beliau sedang membagi harta rampasan perang, datang kepadanya seorang yang dikenal dengan Dzulkhuiwaishirah, dia adalah seorang dari qabilah Bani Tamim. Kemudian orang tersebut berkata: "Wahai Rasulullah berbuatlah adil!" Maka Rasulullah menjawab: "Celakalah engkau, lalu siapa yang bisa berbuat adil kalau aku sendiri sudah tidak berbuat adil? Maka merugi dan merugilah aku, jika aku sudah tidak berbuat adil."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perhatikanlah kondisi orang tersebut yang telah lancang terhadap Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dengan cacian dan pengingkaran yang jelek itu, bahwa lelaki tersebut bukanlah seorang preman, dan bukan pula golongan orang-orang pemabuk atau pecandu narkoba. Bahkan ciri-ciri yang ada pada orang tersebut adalah ciri-ciri kebaikan dan ketaqwaan. Dia adalah seorang yang berjenggot lebat, dan secara zhahir dari pembicaraannya adalah &lt;i&gt;amar ma'ruf nahi munkar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;telah menyebutkan sifat-sifat pengikut lelaki tersebut sebagaimana dalam lanjutan hadits di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya orang ini memiliki para pengikut yang salah satu di antara kalian pasti akan menganggap rendah shalatnya dibandingkan shalat mereka, serta shaumnya dibandingkan shaum mereka. Mereka tekun membaca Al-Qur’an, namun bacaannya itu tidak mampu melalui kerongkongan mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah menembus (tubuh hewan) buruannya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat yang disebutkan oleh Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; di atas, telah menjelaskan kepada kita tentang kondisi mereka. Bahwa mereka adalah para ahli ibadah, bahkan ibadah mereka melebihi dan melampaui ibadah para shahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah pula bahwa kelompok &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; ini saling menurunkan dan mewariskan aqidah mereka. Generasi yang baru telah mengambil aqidahnya dari generasi yang telah lalu. Mereka tidak pernah mati, dan juga tidak pernah lesu. Mereka adalah tergolong salah satu dari kelompok-kelompok sesat yang telah disebutkan oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dalam haditsnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"... umatku akan berpecah pelah menjadi 73 kelompok, seluruhnya berada di An-Nar kecuali satu."&lt;/i&gt; &lt;strong&gt;17)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Al-Hakim dalam kitabnya &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Al-Mustadrak&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; II/146 dari shahabat Abu Barzah Al-Aslami, bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"... dan mereka akan senantiasa muncul, hingga kemunculan kelompok terakhir mereka."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sekian&lt;/strong&gt; dengan singkat, dan akan datang pada pembahasan berikutnya lafazh hadits selengkapnya &lt;i&gt;Insya Allah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi awal &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; adalah orang-orang yang cenderung meremehkan ilmu para shahabat dan kef aqihan mereka. Mereka cenderung pula meremehkan untuk duduk belajar kepada 'ulama dari kalangan shahabat, dan merasa bahwa ilmu yang mereka miliki jauh lebih baik dibandingkan ilmu para shahabat, dan bahwa mereka telah melampaui para shahabat&lt;i&gt; radhiyallahu ‘anhum&lt;/i&gt; serta berbangga diri, sehingga mereka membenci para shahabat dan mengkafirkan 'Utsman bin 'Affan dan 'Ali bin Abi Thalib serta para shahabat yang lainnya &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhum&lt;/i&gt;. Bahkan kaum &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; tersebut telah menghalalkan darah para shahabat sehingga mereka berani membunuh 'Utsman bin 'Affan &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, dan generasi yang berikutnya membunuh ‘Ali bin Abi Thalib &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;  -semoga Allah meridhai para shahabat semuanya-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt;-lah yang telah membunuh 'Utsman bin 'Affan, seorang khalifah yang baik (adil), setelah mereka berhasil mengepung rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena jahatnya paham &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; ini dan tingkat kerancuannya yang sangat tinggi terhadap mayoritas kaum muslimin, maka sangat perlu adanya pengetahuan dan penjelasan tentang beberapa perkara penting sehingga hakekat sebenarnya tentang &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; menjadi terang dan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara-perkara tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Siapa &lt;i&gt;Al-Khawarij&lt;/i&gt;?&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apa sifat-sifat mereka?&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagaimana sejarah mereka?&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari sisi mana mereka mendatangi kaum muslimin dan melakukan tipu dayanya terhadap umat?&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagaimana kita bisa mengenali mereka jika mereka telah berbaur dengan masyarakat?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;16)&lt;/strong&gt; Hadits ini juga dikeluarkan oleh &lt;strong&gt;Al-Imam Muslim&lt;/strong&gt; hadits nomor 1064, 1065.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;17)&lt;/strong&gt; Diriwayatkan oleh &lt;strong&gt;Abu Dawud&lt;/strong&gt; (II/503 - 504), &lt;strong&gt;Ad-Darimi&lt;/strong&gt; (II/241), &lt;strong&gt;Ahmad&lt;/strong&gt; (IV/ 102), dan juga &lt;strong&gt;Al-Hakim&lt;/strong&gt; (I/128), &lt;strong&gt;Al-Ajurri&lt;/strong&gt; dalam &lt;i&gt;&lt;strong&gt;Asy-Syari'ah&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt; (XVIII), &lt;strong&gt;Ibnu Baththah&lt;/strong&gt; dalam &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Al-lbanah&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; (II/108/2, 119/1),&lt;strong&gt; Al-Lalika'i&lt;/strong&gt; dalam &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Syarhus Sunnah&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; (I/23/1). Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; dalam &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; no. 203 &amp;amp; 204; (I/404).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dari: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Syarru Qatla Tahta Adimis-Sama'i Kilabun-Nar&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;; Penulis: &lt;strong&gt;Jamal bin Furaihan Al-Haritsi&lt;/strong&gt;; Edisi Indonesia: &lt;strong&gt;Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit&lt;/strong&gt;; Hal: 53-57; Diterjemahkan dan Dijelaskan oleh: &lt;strong&gt;Luqman bin Muhammad Ba'abduh&lt;/strong&gt;; Cetakan: Pertama, Sya'ban 1428 H/ Agustus 2007M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1074855003410575696-6182877642192439100?l=teroris-khawarij.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/feeds/6182877642192439100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1074855003410575696&amp;postID=6182877642192439100' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/6182877642192439100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/6182877642192439100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/2008/05/bibit-dan-generasi-awal-kaum-khawarij.html' title='Bibit dan Generasi Awal Kaum Khawarij'/><author><name>Abdullah al-Atsary</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1074855003410575696.post-1094279631405856182</id><published>2008-05-10T17:20:00.000+07:00</published><updated>2008-05-25T17:38:44.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Fuhsy'/><title type='text'>Intervensi terhadap 'ulama dalam hal fatwa termasuk Al-Fuhsy</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sementara sikap intervensi terhadap fungsi (posisi) para 'ulama, dalam bentuk kelancangan mengeluarkan fatwa-fatwa di hadapan para 'ulama, adalah termasuk jenis perbuatan keji yang nyata pula. Hal ini ditinjau dari beberapa sisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahwa para 'ulama adalah pewaris para nabi, sebagaimana sabda Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;:&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Para 'ulama itu adalah pewaris para nabi."&lt;/i&gt;&lt;strong&gt; [HR. Abu Dawud &lt;/strong&gt;(2641)&lt;strong&gt; 11); At Tirmidzi &lt;/strong&gt;(2682)&lt;strong&gt;]&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bahwa para 'ulama adalah pihak yang paling pantas untuk ditaati dan diikuti setelah ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul-Nya. Hal ini sebagaimana firman Allah&lt;i&gt; subhanahu wa ta’ala&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Wahai orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, serta Ulil Amri &lt;strong&gt;12)&lt;/strong&gt; di antara kalian."&lt;/i&gt;&lt;strong&gt; [An-Nisa: 59]&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bahwa para 'ulama adalah orang-orang yang memiliki ketinggian derajat dan kemuliaan, sebagaimana firman Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Allah meninggikan derajat orang-orang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu."&lt;/i&gt; &lt;strong&gt;[Al-Mujadilah: 11]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika telah diketahui bahwa itulah sifat-sifat para 'ulama serta kedudukan dan posisi mereka yang tinggi, dan bahwa setiap pihak yang mendahului para 'ulama dalam berfatwa adalah tergolong sikap menyakiti para 'ulama, maka tentunya lebih parah dari itu adalah orang-orang yang mencaci maki fatwa- fatwa para 'ulama serta meremehkan kedudukan mereka di hadapan umat, terkhusus di hadapan para pemuda yang bersemangat. Maka ketika itu mau tidak mau telah diketahui bahwa pihak yang menyakiti para 'ulama serta mengintervensi hak-hak mereka adalah orang-orang rendahan yang jahil. Pihak-pihak inilah yang kemudian dijuluki &lt;i&gt;Anshaful Muta'allimin&lt;/i&gt; (para pelajar yang masih bau kencur) atau &lt;i&gt;Al Muta'alimin&lt;/i&gt; (orang-orang yang &lt;i&gt;sok&lt;/i&gt; pintar). &lt;strong&gt;13)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya berbagai tragedi peledakan yang terjadi di berbagai tempat, adalah sebagai bentuk fitnah yang telah merasuki paham para pemuda muslimin, yang akhirnya mereka menjadi korban para aktor yang bersembunyi di balik layar dalam mengendalikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dilakukan dengan memenuhi&lt;i&gt; qalbu-qalbu&lt;/i&gt; mereka dengan berbagai bentuk provokasi untuk membangkitkan emosi mereka dengan mengatasnamakan jihad, padahal jihad itu sendiri berlepas diri dari tindakan mereka. Upaya provokasi itu mereka lakukan melalui khutbah-khutbah yang berapi-api di atas mimbar dan sangat provokatif untuk membangkitkan semangat dan emosi tanpa didasari ilmu dan petunjuk. Atau juga melalui para da'i fitnah yang tampil rnelalui layar-layar televisi yang berbicara hanya dengan bualan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau tak jarang pula melalui jaringan-jaringan yang dikenal dengan situs-situs internet, dengan menyebarkan tulisan-tulisan yang penuh kebodohan dan kedustaan serta tipu daya. Untuk lebih jelasnya lagi, perlu diketahui bahwa di antara sekian situs yang jahat, yang telah mengotori aqidah sebagian kaum muslimin yang awam atau sebagian aktivisnya, adalah situs yang bernama &lt;i&gt;Al-Harakatul islamiyyah lil  Ishlah&lt;/i&gt; yang dipimpin oleh &lt;strong&gt;Sa'd Al-Faqih. 14)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula sebuah situs yang dikenal dengan &lt;i&gt;As-Salafiyyun&lt;/i&gt;, betapa bagusnya nama ini, namun sayang penamaan tersebut tidak tepat, sesungguhnya &lt;i&gt;As-Salafiyyah&lt;/i&gt; berlepas diri darinya. &lt;strong&gt;15)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11)&lt;/strong&gt; Nampaknya penomoran yang lebih benar adalah 3641. Lafazh selengkapnya hadits tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;إِنَّ الْعُلَمَا ءَ وَرَثََةُ اْْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرَّثُوْا دِيْنَارًا وَ لاَ دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ؛ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظًّ وَافِرٍ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya para 'ulama itu adalah pewaris para nabi. Dan sesungguhnya para nabi itu tidaklah mewariskan dinar maupun dirham. Namun mereka mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang bisa mendapat bagian dari ilmu, sungguh ia telah mendapat bagian yang sangat besar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengaja kami nukilkan lafazh hadits ini selengkapnya karena mengandung faidah ilmiah yang sangat perlu kita ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;12)&lt;/strong&gt; Perlu diketahui bahwa di antara makna &lt;i&gt;Ulil Amri&lt;/i&gt; di ayat ini adalah apa yang telah dijelaskan oleh Ibnu 'Abbas &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;, yakni ahli fiqih dan ahli agama. Berkata &lt;strong&gt;Abul 'Aliyah&lt;/strong&gt; &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;: &lt;i&gt;Ulil Amri&lt;/i&gt; adalah para 'ulama. Kemudian &lt;strong&gt;Al-lmam Ibnu Katsir&lt;/strong&gt; &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; menyimpulkan bahwa makna &lt;i&gt;Ulil Amri&lt;/i&gt; lebih bersifat umum, mencakup seluruh pihak yang menjadi penanggung jawab urusan (umat), baik dari kalangan penguasa atau pun 'ulama. [lihat &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Tafsir Ibni Katsir&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata &lt;strong&gt;As-Sa'di&lt;/strong&gt; &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;: "&lt;i&gt;Ulil Amri&lt;/i&gt; adalah para penanggung jawab (urusan) manusia, baik dari kalangan pemerintah dan penguasa, maupun para ahli fatwa. Sesungguhnya tidak akan menjadi baik urusan keagamaan dan keduniaan mereka kecuali dengan merealisasikan ketaatan dan ketundukan kepada mereka (&lt;i&gt;Ulil Amri&lt;/i&gt;),...". [lihat &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Tafsir As-Sa'di&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;13)&lt;/strong&gt; Contoh pihak-pihak yang telah mengintervensi hak prerogatif (hak istimewa) para 'ulama dan berupaya menjatuhkan kredibilitas mereka di hadapan umat, antara lain adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Usamah bin Laden&lt;/strong&gt; seorang sarjana ekonomi yang tidak memiliki bekal ilmu agama yang cukup untuk bisa terposlsikan sebagai 'ulama ahlul ijtihad (pantas berijtihad). Contoh intervensi Usamah terhadap para 'ulama dalam berfatwa adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dalam sebuah wawancara yang dimuat dalam koran &lt;i&gt;Ar-Ra'yul ‘Am Al-Kuwaiti&lt;/i&gt; edisi 11-11-2001 M, Usamah bin Laden menjawab: "&lt;strong&gt;Hanya Afghanistan sajalah Daulah Islamiyyah itu&lt;/strong&gt;. Adapun Pakistan dia memakai undang-undang Inggris. &lt;strong&gt;Dan saya tidak menganggap Saudi itu sebagai Negara Islam...."&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam pernyataannya yang ditampilkan oleh stasiun TV &lt;i&gt;Al-Jazeera&lt;/i&gt; tanggal 5-12-1423 H Usamah bin Laden berkata: "Perbedaan pendapat antara kami dengan pemerintah (pemerintah muslimin) bukanlah perbedaan dalam masalah &lt;i&gt;furu’ &lt;/i&gt;yang bisa ditolerir begitu saja. Tapi yang kita permasalahkan adalah tentang masalah paling prinsip dalam Islam, yaitu dalam hal syahadat:   &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Lailaha   illallah   Muhammadur   rasulullah&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;.   Para pemerintah itu telah melanggar &lt;i&gt;syahadatain&lt;/i&gt; tersebut dalam masalah yang paling prinsip. Yaitu sikap loyal mereka terhadap orang-orang kafir, menjadikan undang-undang buatan manusia sebagai syari'at serta persetujuan mereka untuk berhukum kepada undang-undang atheis. &lt;strong&gt;Maka kepemimpinan mereka itu telah gugur secara syar'i sudah sejak lama, dan tidak ada lagi pemerintahan Islam setelahnya."&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam ceramahnya untuk rakyat Iraq pada Bulan Dzulhijjah 1423 H Usamah bin Laden berkata:"... Sesungguhnya para penguasa yang menginginkan jalan keluar/penyelesaian bagi permasalahan-permasalahan yang kita hadapi, di antaranya yang terpenting adalah masalah Palestina, melalui perantaraan PBB atau Amerika Serikat, sebagaimana sambutan Putra Mahkota 'Abdullah bin 'Abdil Aziz di Beirut yang disetujui pula oleh seluru negara-negara 'Arab, yang pada pertemuan tersebut dia telah menjual darah para &lt;i&gt;syuhada'&lt;/i&gt; dan bumi Palestina dalam rangka mendapatkan simpati dari Yahudi dan AS dan memberikan dukungan bagi Yahudi dalam menghadapi kaum muslimin. &lt;strong&gt;Maka para penguasa tersebut telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya dan sekaligus mereka telah keluar dari Agama (Islam) ini dan berarti mereka juga telah mengkhianati umat."&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada kesempatan yang sama, Usamah juga menyatakan:"... Sebagaimana kami menegaskan terhadap orang-orang yang jujur (imannya dari kalangan muslimin) bahwasanya wajib atas mereka untuk bergerak dan membangkitkan semangat umat serta mengkader mereka sebagai tentara-tentara dalam (menghadapi) kondisi-kondisi yang sangat genting dan dalam peristiwa-peristiwa besar serta situasi yang selalu memanas, &lt;strong&gt;agar umat ini bisa terbebaskan/merdeka dari penyembahan kepada aturan-aturan/hukum-hukum yang berlaku, yang penuh dengan kezhaliman dan kemurtadan yang dipaksakan oleh Amerika dan agar umat ini bisa menegakkan hukum Allah di muka bumi. Di antara negeri-negeri yang paling berhak untuk segera dibebaskan/dimerdekakan (dari kekufuran) adalah Yordania, AI-Maghrib (Maroko), Nigeria, Pakistan, Saudi 'Arabia, dan Yaman."&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berkata Usamah dalam kaset yang berjudul "&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Bersiap-siaplah untuk berjihad&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;": "...dan tidak ada keraguan lagi bahwasanya pembebasan/ pemerdekaan Jazirah 'Arab dari (penjajahan) orang-orang musyrik ini juga merupakan &lt;i&gt;fardhu 'ain&lt;/i&gt; (kewajiban bagi setiap individu)." [lihat &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Mereka Adalah Teroris!&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; hal. 239-240]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara contoh caci maki dia terhadap para 'ulama dalam rangka menjatuhkan kredibilitas mereka di hadapan umat adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Menuduh Asy-Syaikh Bin Baz telah menjerumuskan umat ke dalam jurang kesesatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berkata Usamah dalam suratnya yang ditujukan kepada Al-lmam Bin Baz tanggal 27/7/1415 H yang dikeluarkan oleh&lt;i&gt; 'Hai'ah An-Nashihah'&lt;/i&gt; (Lembaga Nasehat) di negeri London:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kami mengingatkan engkau -wahai Syaikh yang mulia- atas beberapa fatwa dan sikap-sikap yang mungkin anda tidak mempedulikannya, padahal fatwa-fatwa tersebut&lt;strong&gt; telah menjerumuskan umat ini ke dalam jurang kesesatan (yang dalamnya) sejauh (perjalanan) 70 (tujuh puluh) tahun."&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Fatwa-fatwa Asy-Syaikh Bin Baz dituduh tidak memenuhi syarat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dan Usamah berkata pula dalam suratnya yang terakhir tertanggal 28/8/ 1415 H ketika memperingatkan umat ini dari fatwa-fatwa Al Imam Bin Baz: "Oleh karena itu kami mengingatkan umat dari fatwa-fatwa batil seperti ini yang tidak memenuhi syarat..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;'Ulama kaki tangan penguasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berkata pula dalam kesempatan lain:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya sebab kelemahan kaum muslimin pada masa ini bukan karena kelemahan militer, bukan pula karena kemiskinan harta, namun kelemahan itu tidak lain hanyalah dalam bentuk pengkhianatan-pengkhianatan para pemimpin dan penguasa, kelemahan ahlul haq, dan rekomendasi para 'ulama kaki tangan penguasa terhadap pengkhianatan-pengkhianatan tersebut dalam kondisi seperti. ini, serta bersandarnya mereka kepada orang-orang zhalim dari jajaran pemerintah yang jelek dan penguasa-penguasa yang bejat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Asy-Syaikh Bin Baz telah tua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Usamah berkata pula:&lt;br /&gt;"Wahai Syaikh yang mulia sesungguhnya engkau telah tua. Walaupun sesungguhnya sebelum ini peranmu sangat baik dalam berkhidmah. Maka bertaqwalah kepada Allah, jauhilah para &lt;i&gt;thaghut&lt;/i&gt; dan orang-orang zhalim yang teiah mengumumkan peperangan terhadap Allah dan Rasul-Nya."&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Muhammad Al-Mis'ari&lt;/strong&gt; salah satu tokoh kelompok sempalan Hizbut Tahrir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh intervensi Al-Mis'ari terhadap para 'ulama dalam berfatwa adalah, pernyataannya yang dimuat oleh surat kabar &lt;i&gt;Asy-Syarqul Ausath&lt;/i&gt; edisi 6270 terbit pada hari Ahad 8 Ramadhan 1416 H, ketika dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya kondisi sekarang yang terjadi di Saudi 'Arabia yang tidak memberi keleluasaan bagi kaum&lt;i&gt; Masihiyyin&lt;/i&gt; (kaum Nashara) dan Yahudi untuk mempraktekkan syi'ar-syi'ar ibadah mereka secara terang-terangan akan mengalami perubahan ketika datangnya lajnah ini dalam arena hukum -yang dia maksud adalah lajnah yang didirikannya, yaitu Lajnah Pembelaan Hak-Hak Syari'at- bahwa wajib hukumnya untuk memberikan kepada kaum minoritas (non-muslim) hak-hak mereka, terkait dengan hak mempraktekkan syi'ar (agama) mereka di gereja-gereja mereka, serta hak mereka untuk mendapatkan pengesahan aqad-aqad pernikahan sesuai dengan syari'at agama mereka secara khusus dan yang lainnya. Di samping pemberian kebebasan kepada mereka untuk hidup dalam kehidupan keagamaan mereka secara sempurna, baik mereka itu dari kalangan Yahudi ataupun &lt;i&gt;Masihiyyin&lt;/i&gt; (Nashara) dan kaum Hindu!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia juga berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya pembangunan gereja-gereja adalah mubah hukumnya dalam tinjauan syari'at Islam."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;[lihat &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Al-Ajwibatul Mufidah&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; hal. 38].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang kami muliakan, perhatikan "fatwa" salah satu pembesar kelompok Hizbut Tahrir di atas, sebagai sebuah kelompok yang -katanya- ingin mendirikan Daulah Islamiyyah. Entah Daulah Islamiyyah seperti apa yang mereka maksudkan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara contoh caci maki Al-Mis'ari terhadap 'ulama adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ucapan keji terhadap Asy-Syaikh Bin Baz &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Al-Mis'ari berkata: "Saya tidak menuding Asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz telah kafir, saya hanya mengatakan: "Mayoritas 'ulama dan &lt;i&gt;masyayikh&lt;/i&gt; berpendapat bahwa setelah (beliau) mengeluarkan fatwa tentang bolehnya mengadakan perdamaian dengan Israel, &lt;strong&gt;beliau (Asy-Syaikh Bin Baz) telah sampai pada tingkatan mendekati kekafiran!&lt;/strong&gt; Saya hanya menukil pendapat ulama dan &lt;i&gt;masyayikh&lt;/i&gt; tersebut. &lt;strong&gt;Adapun pendapat saya pribadi adalah: Beliau (Asy Syaikh Bin Baz) telah sampai pada derajat orang pikun, bodoh, dan sangat lemah&lt;/strong&gt;. Namun saya tidak melihat kekafiran yang nyata pada diri beliau!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ucapan keji terhadap Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdil Wahhab &lt;/strong&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;rahimahullah&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata: "Saya tidak menyinggung aqidah Asy-Syaikh Muhammad bin 'Abdil Wahhab &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;. Namun saya hanya menyebutkan hakikatnya, &lt;strong&gt;yaitu beliau hanyalah seorang yang dungu, dan bukan seorang 'ulama. Beliau berpaham di atas prinsip dan sikap yang sesuai dengan kedunguan orang-orang di negeri Nejd ketika itu.&lt;/strong&gt; Saya tidak menyerang pribadi beliau, biarlah perhitungannya di sisi Allah kelak. Saya hanya menyerang sikap beliau yang menyerahkan kekuasaan dalam bidang agama kepada para &lt;i&gt;masyayikh&lt;/i&gt; dan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Su'ud. Saya katakan bahwa itu tidak sesuai dengan ajaran Islam, bahkan tidak sesuai dengan ajaran Nasrani yang menyerahkan kepada Kaisar haknya dan menyerahkan kepada Allah yang menjadi hak-Nya. Kebenaran lebih patut diikuti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ucapan keji terhadap shahabat Mu'awiyah bin Abi Sufyan &lt;/strong&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Al-Mis'ari berkata: "Berkaitan dengan Mu'awiyah bin Abi Sufyan, saya telah menyebutkan dalam jawaban saya terhadap pertanyaan salah seorang saudara kami dari Syi'ah yang hadir &lt;strong&gt;bahwa saya memandang Mu'awiyah sebagai seorang perampas. Dan saya yakin dia (Mu'awiyah) pasti menerima balasannya dari Allah di Hari Kiamat atas kejahatan yang telah dilakukannya. &lt;/strong&gt;Akan tetapi saya tidak mengkafirkannya, bahkan saya yakin bahwa masa pemerintahannya lebih baik daripada masa pemerintahan keluarga Su'ud."&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Namun herannya, sikap dan kata-kata keji salah satu tokoh besar kelompok sempalan Hizbut Tahrir ini tidak dia lontarkan kepada para tokoh kesesatan dan kebatilan. Bahkan anehnya, dia memuji salah satu pimpinan paham dan aliran Syi'ah Rafidhah, yaitu Al-Khumaini, sebagai tokoh/pimpinan bersejarah yang agung dan jenius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan, dengan penuh kekejian dan tidak beretika dia mencaci maki para 'ulama besar, seperti Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab dan Asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz, bahkan seorang shahabat yang mulia, Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Sehingga ma'af jika kami terpaksa menggunakan kata-kata yang keras dan pedas dalam menghadapi kelompok Hizbut Tahrir dan berbagai kelompok sempalan lainnya. Fakta di atas sekaligus sebagai salah satu bukti bahwa merekalah yang memulai caci maki terhadap para 'ulama Ahlus Sunnah, sehingga dengan itu penggunaan kata-kata keras dan pedas yang kami tampilkan dalam beberapa karya kami bukanlah rnenjadikan kami sebagai pihak yang memulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Muhammad Surur Zainal 'Abidin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembaca bisa melihatnya di buku kami &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij.&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;strong&gt;DR. Safar Al-Hawaii dan Salman Al-'Audah&lt;/strong&gt;. Dua aktivis muda berhaluan &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; di Saudi 'Arabia yang getol memprovokasi umat untuk menentang pemerintah dan 'ulama.&lt;br /&gt;Beberapa contohnya, pembaca bisa melihatnya dalam buku kami &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Mereka Adalah Teroris!.&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14)  Lihat &lt;strong&gt;Fatwa Asy-Syaikh Bin Baz &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; tentang Sa'd Al-Faqih&lt;/strong&gt; pada hal. 138-139.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15) Contoh beberapa situs berbahasa Indonesia yang menyebarkan paham &lt;i&gt;khawarij&lt;/i&gt; dan perlu diwaspadai:&lt;br /&gt;- http://www.gurobabersatu.blogspot.com/&lt;br /&gt;- http://www.pks-online.cjb.net/&lt;br /&gt;- http://www.muharridh.com/ind/&lt;br /&gt;- http://www.istimata.cjb.net/&lt;br /&gt;- http://www.geocities.com/abuya_2005/almuhajirun&lt;br /&gt;- http://www.ahlussunnah.or.id/master.php&lt;br /&gt;- http://www.anshar-tauhid-wa-sunnah.blogspot.com/&lt;br /&gt;- http://alqoidun.net/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dari: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Syarru Qatla Tahta Adimis-Sama'i Kilabun-Nar&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;; Penulis: &lt;strong&gt;Jamal bin Furaihan Al-Haritsi&lt;/strong&gt;; Edisi Indonesia: &lt;strong&gt;Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit&lt;/strong&gt;; Hal: 46-53; Diterjemahkan dan Dijelaskan oleh: &lt;strong&gt;Luqman bin Muhammad Ba'abduh&lt;/strong&gt;; Cetakan: Pertama, Sya'ban 1428 H/ Agustus 2007M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1074855003410575696-1094279631405856182?l=teroris-khawarij.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/feeds/1094279631405856182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1074855003410575696&amp;postID=1094279631405856182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/1094279631405856182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/1094279631405856182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/2008/05/intervensi-terhadap-ulama-dalam-hal.html' title='Intervensi terhadap &apos;ulama dalam hal fatwa termasuk Al-Fuhsy'/><author><name>Abdullah al-Atsary</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1074855003410575696.post-1814485234951632461</id><published>2008-05-10T17:02:00.000+07:00</published><updated>2008-05-22T21:34:53.101+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syubhat-Bantahan'/><title type='text'>Syubhat seputar hadits "Keluarkanlah kaum musyrikin dari Jazirah ‘Arabia" serta bantahannya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sementara apa yang selalu didengung-dengungkan seputar beberapa hadits yang lafazhnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;أخِْرِجُوا الْمُشْرِ كِيْنَ مِنْ جَزَيْرَةِ العَرَبِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Keluarkanlah kaum musyrikin dari Jazirah 'Arabia!"&lt;/i&gt;&lt;strong&gt;8)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka maksud hadits tersebut adalah tidak memberi kesempatan kepada mereka (kaum musyrikin) untuk berdomisili serta memiliki aset di daerah Jazirah 'Arabia, atau menjadikannya sebagai negara bagi mereka. Bukan maksud hadits tersebut adalah larangan untuk tinggal yang bersifat sementara dengan batas waktu yang telah ditentukan oleh &lt;i&gt;waliyyul amr&lt;/i&gt; (pemerintahan) muslimin demi sebuah kemashlahatan tertentu bagi kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna hadits di atas dapat anda saksikan dari praktek dan aplikasi Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; sendiri sebagai seorang yang telah mengucapkan hadits tersebut dan sekaligus sebagai orang yang memerintahkan pengusiran kaum musyrikin dan Yahudi dari Jazirah Arabia.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di antaranya adalah kita dapati bahwa setelah ditaklukkannya daerah Khaibar &lt;strong&gt;9)&lt;/strong&gt;, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; masih membiarkan kaum Yahudi tinggal di kampung mereka untuk bertani, dengan syarat mereka memberikan sebagian dari hasil pertanian tersebut. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam hadits Ibnu 'Umar&lt;i&gt; radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;  yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari (hadits no. 2165, 2203, 2204, 2206), dan diriwayatkan pula oleh yang selainnya sebagaimana akan disebutkan setelah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan di atas berlanjut hingga masa pemerintahan Abu Bakr Ash-Shiddiq &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; hingga memasuki awal pemerintahan 'Umar bin Al-Khaththab &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; Kemudian 'Umar baru mengeluarkan mereka (kaum Yahudi Khaibar) ketika beliau lelah memandang bahwa kaum Yahudi tersebut harus dikeluarkan dan kaum muslimin sudah tidak membutuhkan keberadaan mereka lagi. Tentunya itu semua terjadi dengan pertimbangan dan ketentuan persyaratan yang ditetapkan oleh penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kami tampilkan dalam tulisan ini beberapa pendapat para 'ulama dengan singkat tentang permasalahan di atas, maka akan semakin jelas tentang hakekat sebenarnya hukum perkara ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Jumhurul 'Ulama&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; melarang keberadaan kaum musyrikin untuk berdomisili di Jazirah 'Arabia, yaitu meliputi daerah Makkah, Madinah, dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara 'ulama dari kalangan &lt;strong&gt;Madzhab Hanafi&lt;/strong&gt; membolehkan secara mutlak bagi kaum musyrikin untuk berdomisili di Jazirah 'Arabia, kecuali &lt;i&gt;Al-Masjidil Haram&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari &lt;strong&gt;Al-Imam Malik&lt;/strong&gt;&lt;i&gt; rahimahullah&lt;/i&gt; bahwa beliau berpendapat bolehnya kaum musyrikin memasuki daerah sekitar &lt;i&gt;Al-Masjidil Haram&lt;/i&gt; dalam rangka berdagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata &lt;strong&gt;Al-Imam Asy-Syafi'i &lt;/strong&gt;&lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;: "Tidak boleh bagi kaum musyrikin untuk memasuki daerah &lt;i&gt;Al-Masjidil Haram&lt;/i&gt; kecuali dengan izin penguasa untuk sebuah urusan yang mengandung kemashlahatan bagi kaum muslimin secara khusus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat-pendapat di atas dinukilkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Fathul Bari &lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;(VI/171).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah: &lt;strong&gt;Pemberian izin bagi kaum kafir untuk tinggal di Jazirah Arabia hanya boleh ditentukan oleh &lt;i&gt;waliyyul amr&lt;/i&gt; muslim untuk sebuah kepentingan tertentu, disertai dengan syarat-syaratnya serta dalam kurun waktu yang terbatas, tanpa memberikan kesempatan bagi mereka untuk berdomilisi di Jazirah 'Arab secara mutlak.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan ini sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; (hadits no. 2213, 2983) dari hadits 'Abdullah bin 'Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berhasil menang terhadap negeri Khaibar, beliau berkeinginan untuk mengusir kaum Yahudi dari negeri tersebut. Dan ketika kemenangan tersebut, bumi Khaibar adalah menjadi milik Allah, serta milik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin. Kemudian beliau hendak mengusir Yahudi dari bumi (Khaibar) tersebut. Maka kaum Yahudi memohon kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengizinkan mereka tetap tinggal di bumi Khaibar serta dibiarkan melakukan aktivitas (pertaniannya) dengan perjanjian separoh hasil pertanian tersebut untuk mereka. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: &lt;strong&gt;"Kami mengizinkan kalian untuk tetap tinggal di bumi Khaibar dengan persyaratan tersebut sesuai dengan apa yang kami kehendaki."&lt;/strong&gt; Maka kaum Yahudi tersebut tetap tinggal di bumi Khaibar, hingga 'Umar bin Al-Khaththab pada masa pemerintahannya mengusir mereka ke daerah Taima dan Ariha.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Ibnu Hajar &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; dalam &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Fathul Bari&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; VII/498 berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kisah Khaibar di atas telah mencakup beberapa hukum, diantaranya hukum bolehnya mengusir kaum kafir &lt;i&gt;dzimmi&lt;/i&gt;&lt;strong&gt; jika memang sudah tidak dibutuhkan lagi." -sekian&lt;/strong&gt; dari Ibnu Hajar-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna pernyataan Ibnu Hajar tersebut adalah, boleh bagi seorang penguasa untuk membiarkan kaum kafir tinggal di Jazirah Arab selama penguasa tersebut memandang adanya kemashlahatan bagi kaum muslimin. &lt;i&gt;Wallahu A'lam&lt;/i&gt;. &lt;strong&gt;10)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8) HR. Al-Bukhari&lt;/strong&gt; no. 3053, 3168, 4431; &lt;strong&gt;Muslim&lt;/strong&gt; no. 1637; &lt;strong&gt;Abu Dawud&lt;/strong&gt; no. 3029 dari shahabat Ibnu 'Abbas&lt;i&gt; radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;. Hadits ini juga diriwayatkan dengan lafazh lain oleh &lt;strong&gt;Muslim&lt;/strong&gt; no. 1767; &lt;strong&gt;At-Tirmidzi&lt;/strong&gt; no. 1606, 1607; &lt;strong&gt;Abu Dawud&lt;/strong&gt; no. 3030 dari shahabat 'Umar bin Al-Khaththab &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;. lihat &lt;strong&gt;Ash-Shahihah&lt;/strong&gt; no. 924, 1133, dan 1134.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9)&lt;/strong&gt; Daerah Khaibar termasuk bagian dari Jazirah 'Arabia yang terletak tidak jauh dari kota Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10)&lt;/strong&gt; Lihat pula pembahasan pada buku kami &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Mereka Adalah Teroris!&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; hal. 469-472 (cet. I).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dari: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Syarru Qatla Tahta Adimis-Sama'i Kilabun-Nar&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;; Penulis: &lt;strong&gt;Jamal bin Furaihan Al-Haritsi&lt;/strong&gt;; Rekomendasi: &lt;strong&gt;Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin 'Abdillah Al-Fauzan &lt;i&gt;Hafizhahullah&lt;/i&gt; (Anggota Majelis&lt;i&gt; Hai'ah Kibaril 'Ulama'&lt;/i&gt;); &lt;/strong&gt;Edisi Indonesia: &lt;strong&gt;Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit&lt;/strong&gt;; Hal: 42-45; Diterjemahkan dan Dijelaskan oleh: &lt;strong&gt;Luqman bin Muhammad Ba'abduh&lt;/strong&gt;; Cetakan: Pertama, Sya'ban 1428 H/ Agustus 2007M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1074855003410575696-1814485234951632461?l=teroris-khawarij.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/feeds/1814485234951632461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1074855003410575696&amp;postID=1814485234951632461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/1814485234951632461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/1814485234951632461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/2008/05/syubhat-seputar-hadits-keluarkanlah.html' title='Syubhat seputar hadits &quot;Keluarkanlah kaum musyrikin dari Jazirah ‘Arabia&quot; serta bantahannya'/><author><name>Abdullah al-Atsary</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1074855003410575696.post-1252185407195842880</id><published>2008-05-09T23:26:00.000+07:00</published><updated>2008-05-22T21:21:16.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Fuhsy'/><title type='text'>Mengacau stabilitas keamanan, mengintervensi dan mengganggu tugas penguasa termasuk Al-Fuhsy</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mengacau stabilitas keamanan termasuk &lt;i&gt;Al-Fuhsy&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula upaya perusakan stabilitas keamanan adalah tergolong jernis perbuatan keji dan perusakan di muka bumi, yang dapat mengakibatkan semakin sedikitnya ibadah serta ketaatan kepada Allah, goncangnya kehidupan perekonomian, lemahnya negara, tercerai berainya masyarakat, serta masih banyak lagi efek-efek negatif yang ditimbulkan karena tidak adanya stabilitas keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengintervensi dan mengganggu tugas penguasa termasuk &lt;i&gt;Al-Fuhsy&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya intervensi terhadap fungsi serta kekhususan &lt;i&gt;waliyyul amr&lt;/i&gt; (pemerintah) juga tergolong jenis perbuatan keji yang tidak diragukan lagi. Termasuk pula upaya perusakan terhadap jaminan keamanan yang diberikan oleh&lt;i&gt; waliyyul amr&lt;/i&gt; bagi pihak-pihak yang terkait dengan perjanjian keamanan dengan mereka, atau perjanjian gencatan senjata, karena adanya sebuah kemaslahatan tertentu menurut pandangan &lt;i&gt;waliyyul amr&lt;/i&gt; tersebut. Perkara ini bukanlah suatu perkataan yang baru muncul.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketahuilah, bahwa Ummu Hani" bintu Abi Thalib memberikan perlindungan (kepada seorang kafir) dan Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; pun mengesahkan jaminan perlindungan Ummu Hani’ tersebut. Sebagaimana telah diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; dalam kitab &lt;i&gt;&lt;strong&gt;Shahih&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt; beliau (hadits no. 3000, 5806, 350); dan diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim dan yang selain kuduanya, dari hadits Abu Murrah Maula Ummu Hani’ bintu Abi Thalib, bahwa dia mendengar Ummu Hani’ bintu Abi Thalib berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku pergi menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada peristiwa Fathu Makkah kemudian aku berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ‘Ali bin Abi Thalib telah menyatakan akan membunuh seseorang yang dalam jaminan perlindunganku, yaitu Fulan bin Hubairah.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: "Kami telah lindungi siapa saja yang telah kau lindungi, Wahai Ummu Hani’.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diriwayatkan pula oleh Al-Imam Al-Hakim dalam &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Al-Mustadrak&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; III/237 dari hadits 'Aisyah&lt;i&gt; radhiyallahu ‘anha&lt;/i&gt; dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk melakukan shalat Shubuh, kemudian beliau bertakbir (takbiratul ihram) dan para shahabatpun ikut bertakbir bersamanya, tiba-tiba Zainab putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjerit seraya berkata: "Wahai sekalian manusia, ketahuilah sesungguhnya aku telah memberikan jaminan perlindungan kepada Abul 'Ash bin Ar-Rabi'!" Kemudian 'Aisyah berkata: 'Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai dari shalatnya, beliau menghadap kepada arah para shahabatnya, kemudian berkata: "Wahai sekalian manusia, apakah kalian telah mendengar apa yang tadi aku dengar? (ketika shalat)." Mereka menjawab: "Ya." Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: "Sesungguhnya wajib bagi kaum muslimin untuk melindungi pihak yang telah dilindungi oleh seorang muslim serendah apa pun dia."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;— sekian dengan singkat—&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Al-Hakim (IV/45) dari Hadits Anas bin Malik &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;  [bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;] bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya kami telah melindungi siapa yang telah kau lindungi wahai Zainab, karena sesungguhnya wajib dilindungi pihak yang telah dilindungi oleh kaum muslimin serendah apapun kedudukan muslim tersebut."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits di atas menjelaskan bahwa Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; menerima jaminan perlindungan dari pihak-pihak yang meminta perlindungan (walau hanya) kepada seorang pribadi muslim. Lalu bagaimana dengan pihak yang telah masuk dalam jaminan perlindungan serta ikatan perjanjian dengan &lt;i&gt;waliyyul amr&lt;/i&gt; (penguasa) muslim untuk sebuah kemashlahatan dari sekian kemashlahatan-kemashlahatan kaum muslimin secara umum?! Maka tentunya yang ini lebih wajib untuk dilindungi tanpa ada sedikitpun keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dari: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Syarru Qatla Tahta Adimis-Sama'i Kilabun-Nar&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;; Penulis: &lt;strong&gt;Jamal bin Furaihan Al-Haritsi&lt;/strong&gt;; Rekomendasi: &lt;strong&gt;Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin 'Abdillah Al-Fauzan &lt;i&gt;Hafizhahullah&lt;/i&gt; (Anggota Majelis&lt;i&gt; Hai'ah Kibaril 'Ulama'&lt;/i&gt;); &lt;/strong&gt;Edisi Indonesia: &lt;strong&gt;Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit&lt;/strong&gt;; Hal: 39-41; Diterjemahkan dan Dijelaskan oleh: &lt;strong&gt;Luqman bin Muhammad Ba'abduh&lt;/strong&gt;; Cetakan: Pertama, Sya'ban 1428 H/ Agustus 2007M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1074855003410575696-1252185407195842880?l=teroris-khawarij.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/feeds/1252185407195842880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1074855003410575696&amp;postID=1252185407195842880' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/1252185407195842880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/1252185407195842880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/2008/05/mengacau-stabilitas-keamanan.html' title='Mengacau stabilitas keamanan, mengintervensi dan mengganggu tugas penguasa termasuk Al-Fuhsy'/><author><name>Abdullah al-Atsary</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1074855003410575696.post-5215819754044786392</id><published>2008-05-09T22:17:00.000+07:00</published><updated>2008-05-25T20:27:31.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Fuhsy'/><title type='text'>Tindakan meneror orang-orang yang dalam kondisi aman termasuk Al-Fuhsy</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sesungguhnya tindakan meneror orang-orang yang dalam kondisi aman, adalah tergolong perbuatan keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Hakim dalam kitab beliau &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Al-Mustadrak&lt;/i&gt; 5)&lt;/strong&gt; III/421, bahwa ibnu 'Umar&lt;i&gt; radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt; berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Perang pertama yang diikuti oleh Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu. bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pertempuran Al-Khandaq dalam keadaan umurnya masih 15 tahun. Dia termasuk orang-orang yang ikut menggali tanah (untuk membuat parit) pada hari itu bersama kaum muslimin. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: "Sesungguhnya dia adalah anak muda yang baik." Kemudian Zaid bin Tsabit mengantuk sehingga dia tertidur. Pada saat yang sama datanglah seorang shahabat yang bernama 'Imarah bin Hazm mengambil pedang Zaid bin Tsabit dalam keadaan dia tidak merasa (karena sedang tidur). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya dan berkata: "Wahai Abu Ruqqad sesungguhnya engkau telah lelap tidur hingga pedangmu hilang." Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumumkan: "Siapa yang tahu di mana pedang anak muda ini?" Maka berkatalah ‘Imarah bin Hazm: "Saya Wahai Rasulullah. Saya yang telah mengambilnya." Kemudian ‘Imarah segera mengembalikannya. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk membuat takut seorang mu'min, atau mengambii barangnya, baik dengan tujuan bergurau atau serius."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Telah diriwayatkan pula oleh Al-Imam Abu Dawud (hadits no, 4005) &lt;strong&gt;6)&lt;/strong&gt; dari beberapa shahabat Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bahwa beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tidak halal bagi seorang muslim membuat takut seorang Muslim yang lainnya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hadits di atas terdapat larangan membuat takut atau mengambil sesuatu barang milik seorang muslim, baik perbuatan itu dilakukan dengan tujuan bergurau ataupun sungguh-sungguh, dan Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; menilai perbuatan tersebut sebagai upaya menakut-nakuti seorang muslim. Lalu bagaimana kiranya dengan seorang yang membunuh ayah orang lain, atau membunuh saudara dan keluarganya? Maka tentu kejahatan ltu menjadi lebih besar. Yang dijadikan patokan dalam larangan hadits tersebut adalah keumuman makna yang dikandungnya, bukan terbatas pada kekhususan sebab keluarnya hadits tersebut. &lt;strong&gt;7)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5)&lt;/strong&gt; Lihat &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Tatabbu' Auhamil Hakim&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; hadits no. 5848. Sanad hadits ini, yang terdapat dalam kitab &lt;i&gt;Al-Mustadrak&lt;/i&gt; adalah sanad yang &lt;strong&gt;sangat lemah&lt;/strong&gt;. Karena terdapat padanya seorang perawi yang bernama Muhammad bin 'Umar Al-Waqidi. Dia adalah seorang perawi yang pendusta. Sementara perawi yang meriwayatkan darinya, yaitu Al-Husain bin Al-Faraj juga seorang perawi yang lemah. Namun telah diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Dawud dalam &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Sunan Abi Dawud&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; hadits no. 5003, dan Al-Imam At-Tirmidzi no. 2160 dengan lafazh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;لاََ يَأْ خُذَ نَّ أَ حَدُ كُمْ مَتَا عَ أَ خِيْهِ لاَ عِبًا وَ لاَ جَا دًّ&lt;/span&gt;ا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah sekali-kali salah satu di antara kalian mengambii barang milik saudaranya, baik karena main-main ataupun serius."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits tersebut dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Al-lrwa'&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; no. 1518.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6)&lt;/strong&gt; Menurut penomoran Asy-Syaikh Al-Albani dalam &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Shahih Sunan Abi Dawud&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; yang ada pada kami, adalah dengan nomor 5004. Sehingga kemungkinan nomor yang disebutkan di atas adalah salah cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7)&lt;/strong&gt; Maksudnya adalah, kesimpulan hukum yang dapat diambil dari hadits tersebut tidak hanya terbatas pada peristiwa yang menjadi sebab munculnya ucapan Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; pada hadits tersebut. Namun kesimpulan hukum yang dapat diambil meliputi pula segala makna yang dikandung oleh keumuman lafazh hadits yang diucapkan oleh Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;/i&gt; Kalau dalam hadits di atas, kita mengetahui bahwa sebab munculnya perkataan Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; adalah perbuatan salah seorang shahabat menyembunyikan pedang Zaid bin Tsabit dengan niat bergurau, yang ternyata hal itu membuat Zaid bin Tsabit ketakutan atau cemas, maka membuat takut seorang mu’min dengan mengancam, merampok, membunuh, dan berbagai perbuatan keji lainnya, tentunya lebih dilarang (diharamkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dari: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Syarru Qatla Tahta Adimis-Sama'i Kilabun-Nar&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;; Penulis: &lt;strong&gt;Jamal bin Furaihan Al-Haritsi&lt;/strong&gt;; Rekomendasi: &lt;strong&gt;Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin 'Abdillah Al-Fauzan &lt;i&gt;Hafizhahullah&lt;/i&gt; (Anggota Majelis&lt;i&gt; Hai'ah Kibaril 'Ulama'&lt;/i&gt;); &lt;/strong&gt;Edisi Indonesia: &lt;strong&gt;Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit&lt;/strong&gt;; Hal: 36-38; Diterjemahkan dan Dijelaskan oleh: &lt;strong&gt;Luqman bin Muhammad Ba'abduh&lt;/strong&gt;; Cetakan: Pertama, Sya'ban 1428 H/ Agustus 2007M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1074855003410575696-5215819754044786392?l=teroris-khawarij.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/feeds/5215819754044786392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1074855003410575696&amp;postID=5215819754044786392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/5215819754044786392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/5215819754044786392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/2008/05/tindakan-meneror-orang-orang-yang-dalam.html' title='Tindakan meneror orang-orang yang dalam kondisi aman termasuk Al-Fuhsy'/><author><name>Abdullah al-Atsary</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1074855003410575696.post-5038697486542343859</id><published>2008-05-09T21:34:00.000+07:00</published><updated>2008-05-22T20:55:07.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Fuhsy'/><title type='text'>Membunuh seorang jiwa yang mu'min termasuk Al-Fuhsy</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; Telah disebutkan oleh Al-Imam As-Suyuthi &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; dalam kitabnya &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Ad-Durrul Mantsur&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; V/62:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Pembunuhan terhadap seorang jiwa yang mu’min tergolong perbuatan keji yang paling jelek."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/i&gt; berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya adalah Jahannam, dia kekal di dalamnya. Allah marah kepadanya sekaligus melaknatnya, dan Allah menyiapkan adzab yang besar baginya."&lt;/i&gt;&lt;strong&gt; [An-Nisa: 93]&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula hukum membunuh seorang kafir &lt;i&gt;dzimmi&lt;/i&gt;, atau kafir &lt;i&gt;mu'ahad&lt;/i&gt;, dan kafir &lt;i&gt;musta'man&lt;/i&gt;, tergolong jenis perbuatan-perbuatan keji pula. Sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari (Hadits no. 2995,6516); dan yang lainnya, dari shahabat 'Abdullah bin 'Amr&lt;i&gt; radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu'ahad maka dia tidak akan dapat mencium aroma harum Al-Jannah. Sesungguhnya aroma harum Al-Jannah tersebut tercium dari perjalanan 40 hari."&lt;/i&gt; &lt;strong&gt;3)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Al-Hakim &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; (dalam kitabnya &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Al-Mustadrak&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;) II/126-127, dan dishahihkannya dengan sanad yang telah memenuhi persyaratan &lt;i&gt;Asy-Syaikhain&lt;/i&gt; (Al-Bukhari dan Muslim) serta disepakati pula oleh Al-Imam Adz-Dzahabi &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;, bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;''Barangsiapa yang membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan dapat mencium aroma harum Al-Jannah. Sesungguhnya aroma harum al jannah tercium dari perjalanan sekian dan sekian."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Al-Hakim &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; (dalam kitabnya &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Al-Mustadrak&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;) II/166 dari shahabat Abu Bakrah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; bahwa Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tidaklah seorang hamba membunuh seorang kafir mu'ahad kecuali Allah haramkan atasnya Al-]annah dan (haram atasnya) untuk mendum aroma harumnya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah meriwayatkan hadits tersebut Abu Bakrah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Semoga Allah menjadikan telingaku tuli kalau seandainya aku tidak mendengar langsung Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan perkataan tersebut."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits tersebut dishahihkan oleh Al-Imam Al-Hakim&lt;i&gt; rahimahullah&lt;/i&gt; dengan sanad yang telah memenuhi persyaratan Al-Imam Al-Bukhari &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;; dan telah disepakati pula oleh Al-Imam Adz-Dzahabi &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi kafir &lt;i&gt;dzimmi&lt;/i&gt; dan kafir &lt;i&gt;mu'ahad&lt;/i&gt; adalah sebuah definisi yang salah satunya lebih bersifat umum, sementara yang kedua lebih bersifat khusus. Maksudnya adalah, bahwa definisi kafir &lt;i&gt;dzimmi&lt;/i&gt; lebih bersifat umum dibandingkan kafir &lt;i&gt;mu'ahad&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun definisi kafir &lt;i&gt;dzimmi&lt;/i&gt; adalah seorang kafir dari kalangan &lt;strong&gt;ahlul kitab 4)&lt;/strong&gt; yang berlaku baginya ikatan pembayaran&lt;i&gt; jizyah&lt;/i&gt; (upeti). Sedangkan kafir &lt;i&gt;mu'ahad&lt;/i&gt; dari satu sisi juga tergolong &lt;i&gt;dzimmi&lt;/i&gt;, disebabkan adanya ikatan jaminan&lt;i&gt; dzimmah&lt;/i&gt; (jaminan perlindungan) dari kaum muslimin dan masih dalam keterikatan dengan perjanjian tersebut. Baik ikatan perjanjian pembayaran&lt;i&gt; jizyah&lt;/i&gt; ataupun ikatan gencatan senjata (perdamaian) atau adanya jaminan keamanan dari seorang pribadi muslim untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya upaya penghancuran atau perusakan berbagai fasilitas, baik fasilitas pribadi maupun umum, yang pada hakekatnya itu merupakan hak khusus &lt;i&gt;Baitul Mal&lt;/i&gt; (kas negara) muslimin, tergolong jenis perbuatan keji. Karena Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/i&gt; memerintahkan untuk menjaga lima (5) perkara pokok, yaitu: agama, jiwa, harga diri, harta, dan akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3) &lt;/strong&gt;Menurut penomoran dalam cetakan &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Shahih Al Bukhari&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; yang ada pada kami, nomor hadits tersebut adalah 3166, 6914. Adapun lafazh haditsnya yang benar adalah:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;مَنْ قَتَلَ مُعَا هَدًا لَمْ يَرَ حْ رَائِحَةَََ الْجَنَّةِ، وَ إنَّ رِ يْحَهَا يُوْ جَدُ مِنْ مَسِيْرَ ةِ أَرْبَعِيْنَ عَا مًا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu'ahad maka dia tidak akan mencium aroma harum Al-Jannah. Dan sesungguhnya aroma harum Al-Jannah tersebut tercium dari perjalanan 40 tahun."&lt;/i&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jadi lafazh yang benar sebagaimana dalam &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Shahih Al-Bukhari&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; adalah: &lt;strong&gt;&lt;span&gt; أَرْبَعِيْنَ عَا مًا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;   (&lt;/span&gt;empat puluh tahun), bukan &lt;strong&gt;&lt;span&gt;أَرْبَعِيْنَ يَوْ مًا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;   (empat puluh hari).&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Lafazh &lt;strong&gt;&lt;span&gt;يَرَحْ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dengan huruf Al-Ya' berharakat fathah, begitu pula huruf Ar Ra' asal katanya adalah &lt;strong&gt;&lt;span&gt;يََرَاَحْ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Namun disebutkan pula, boleh dibaca dengan harakat dhammah pada huruf Al-Ya' dan harakat kasrah pada huruf Ar-Ra' &lt;strong&gt;&lt;span&gt;(يُرِحْ)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dan boleh juga dibaca dengan harakat fathah pada huruf Al-Ya' dan harakat kasrah pada huruf Ar-Ra' &lt;strong&gt;&lt;span&gt;(يَرِحْ)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;  Namun yang ditarjih oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar, dan itu pendapat mayoritas, adalah yang pertama &lt;strong&gt;&lt;span&gt;(يَرَحْ)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; [lihat &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Fathul Bari&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;, dalam keterangan hadits no. 3166; &lt;i&gt;&lt;strong&gt;Kitabul Jizyah&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;strong&gt;; Bab: Tentang dosa orang yang membunuh seorang kafir Mu'ahid, tanpa alasan yang benar].&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Adapun lafazh&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;مُعَاهَدًا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; (dengan harakat fathah pada huruf Al-Ha’) disebutkan dalam beberapa cetakan naskah&lt;strong&gt;&lt;i&gt; Shahih Al Bukhari&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; dengan harakat kasrah &lt;strong&gt;&lt;span&gt;مُعَاهِدًا)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4)&lt;/strong&gt; Pernyataan penulis "ahlul kitab", menunjukkan bahwa definisi kafir&lt;i&gt; dzimmi&lt;/i&gt; di atas adalah menurut pendapat yang menyatakan bahwa&lt;i&gt; jizyah&lt;/i&gt; hanya boleh diambil dari kalangan ahlul kitab (Yahudi dan Nashrani) saja, tanpa jenis orang kafir yang lainnya seperti kaum musyrikin dan majusi.&lt;br /&gt;Sementara sebagian 'ulama yang lainnya berpendapat bahwa &lt;i&gt;jizyah&lt;/i&gt; boleh diambil dari seluruh jenis orang kafir. (lihat &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Tafsir Ibni Katsir&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; tafsir surat At-Taubah ayat-29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dari: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Syarru Qatla Tahta Adimis-Sama'i Kilabun-Nar&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;; Penulis: &lt;strong&gt;Jamal bin Furaihan Al-Haritsi&lt;/strong&gt;; Rekomendasi: &lt;strong&gt;Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin 'Abdillah Al-Fauzan &lt;i&gt;Hafizhahullah&lt;/i&gt; (Anggota Majelis &lt;i&gt;Hai'ah Kibaril 'Ulama'&lt;/i&gt;)&lt;/strong&gt;; Edisi Indonesia: &lt;strong&gt;Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit&lt;/strong&gt;; Hal: 32-36; Diterjemahkan dan Dijelaskan oleh: &lt;strong&gt;Luqman bin Muhammad Ba'abduh&lt;/strong&gt;; Cetakan: Pertama, Sya'ban 1428 H/ Agustus 2007M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1074855003410575696-5038697486542343859?l=teroris-khawarij.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/feeds/5038697486542343859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1074855003410575696&amp;postID=5038697486542343859' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/5038697486542343859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/5038697486542343859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/2008/05/membunuh-seorang-jiwa-yang-mumin.html' title='Membunuh seorang jiwa yang mu&apos;min termasuk Al-Fuhsy'/><author><name>Abdullah al-Atsary</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1074855003410575696.post-6420955457696960861</id><published>2008-05-09T21:08:00.000+07:00</published><updated>2008-05-22T19:34:21.820+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Fuhsy'/><title type='text'>Definisi Al-Fuhsy (Perbuatan Keji)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesungguhnya apa yang telah banyak terjadi pada dewasa ini dari berbagai bentuk peledakan dan operasi bom bunuh diri -sebagaimana mereka namakan- telah mengakibatkan di balik semua itu terbunuhnya jiwa-jiwa muslim dan jiwa-jiwa yang tak bersalah, perusakan fasilitas-fasilitas umum, teror terhadap orang-orang yang dalam keadaan aman, hilangnya stabilitas keamanan, intervensi terhadap fungsi (kedudukan) pemerintah, serta intervensi fungsi (kedudukan) para 'ulama dengan mendahului para 'ulama tersebut dalam berfatwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya semua ini termasuk perbuatan melakukan perusakan dimuka bumi sekaligus sebagai bentuk menyebarkan perbuatan keji. Allah &lt;i&gt;‘Azza wa Jalla&lt;/i&gt; berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;"Sesungguhnya mereka yang menginginkan tersebarnya (berita) perbuatan keji di tengah-tengah orang-orang yang beriman, maka mereka akan mendapatkan adzab yang pedih di dunia dan akhirat, dan Allah itu Maha Mengetahui sementara kalian tidak mengetahui."&lt;/i&gt;&lt;strong&gt; [An-Nur: 19]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Definisi Perbuatan Keji (&lt;i&gt;Al-Fuhsy&lt;/i&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap perkara yang telah melampaui batas, tergolong perbuatan keji. Perbuatan keji itu tidak hanya terbatas pada perbuatan zina, homoseksual, atau minuman keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam As-Suyuthi dalam kitab tafsirnya yang berjudul &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Ad-Durrul Mantsur&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; V/62 berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Telah diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Khalid bin Ma'dan bahwa dia berkata: "Barangsiapa yang selalu memberitakan setiap perkara yang dia lihat dengan kedua matanya atau dia dengar dengan kedua telinganya, maka dia tergolong orang-orang yang menginginkan tersebarnya (berita) perbuatan keji di tengah-tengah orang-orang yang beriman."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan di atas terkait dengan pihak yang berupaya menyebarkan berita yang berdampak negatif terhadap kaum muslimin, walaupun berita itu benar, maka upaya tersebut sudah tergolong sebagai bentuk perbuatan keji. Lalu bagaimana dengan pihak-pihak yang berupaya secara langsung melakukan pembunuhan dan perusakan serta melampaui batas? Maka sesungguhnya, baik pelaku maupun orang yang berupaya menyiarkannya menanggung dosa yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; dalam kitab beliau yang berjudul &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Al-Adabul Mufrad&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; (Hadits no. 324), dan telah dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani&lt;i&gt; rahimahullah&lt;/i&gt;, dari shahabat 'Ali bin Abi Thalib &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, bahwa beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;القا ئل الفا حشة، والذ ي يشيع الفا حشة في الأ ثم سواء&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Orang yang berkata dengan perkataan keji dan orang yang menyiarkan (berita tentang) perbuatan keji menanggung dosa yang sama."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dari: &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Syarru Qatla Tahta Adimis-Sama'i Kilabun-Nar&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;; Penulis: &lt;strong&gt;Jamal bin Furaihan Al-Haritsi&lt;/strong&gt;; Rekomendasi: &lt;strong&gt;Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin 'Abdillah Al-Fauzan &lt;i&gt;Hafizhahullah (Anggota Majelis Hai'ah Kibaril 'Ulama')&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;; Edisi Indonesia: &lt;strong&gt;Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit&lt;/strong&gt;; Hal: 30-32; Diterjemahkan dan Dijelaskan oleh: &lt;strong&gt;Luqman bin Muhammad Ba'abduh&lt;/strong&gt;; Cetakan: Pertama, Sya'ban 1428 H/ Agustus 2007 M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1074855003410575696-6420955457696960861?l=teroris-khawarij.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/feeds/6420955457696960861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1074855003410575696&amp;postID=6420955457696960861' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/6420955457696960861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1074855003410575696/posts/default/6420955457696960861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teroris-khawarij.blogspot.com/2008/05/definisi-al-fuhsy-perbuatan-keji.html' title='Definisi Al-Fuhsy (Perbuatan Keji)'/><author><name>Abdullah al-Atsary</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
